Sokongan Indonesia di Hari Solidaritas Palestina

Fajar Nugraha    •    Kamis, 30 Nov 2017 11:48 WIB
palestina
Sokongan Indonesia di Hari Solidaritas Palestina
Donasi rakyat Indonesia untuk warga Palestina diserahkan oleh Dubes RI untuk Amman Andy Rachmianto (Foto: KBRI Amman).

Amman: Setelah hampir 70 tahun belum ada tanda rakyat Palestina dapat menggapai haknya. Hari Solidaritas Palestina pun diadakan oleh PBB.
 
Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Amman, Yordania ikut berpartisipasi dalam memperingati Hari Solidaritas Palestina yang diadakan oleh United Nations Relief and Works Agency for Palestine Refugees in the Near East (UNRWA) di Yordania.
 
"Peringatan ini bertujuan untuk mendorong negara-negara anggota Majelis Umum PBB untuk terus memberikan dukungan dan publisitas seluas-luasnya dalam peringatan Hari Solidaritas tersebut," pernyataan KBRI Amman.
 
Pada kesempatan kunjungan ke kantor UNRWA, KBRI Amman menggunakan momen ini untuk memberikan bantuan kepada pengungsi Palestina yang ada di Yordania. Bantuan sebanyak satu truk makanan yang keseluruhannya merupakan produk makanan Indonesia seperti mi instan, kopi instan, biskuit, kacang-kacangan, permen dan berbagai makanan kering lainnya adalah merupakan sumbangan donatur Indonesia dan juga sumbangan dari para pengusaha Yordania (importir) produk makanan tersebut.
 
Sumbangan yang diserahkan oleh Dubes RI Amman Andy Rachamianto tersebut langsung diterima oleh Direktur UNRWA, Roger Davies dengan disaksikan para pimpinan kantor operasi Yordania. 
 
"Diharapkan sumbangan makanan ini dapat membantu sebagian pengungsi Palestina dalam menghadapi musim dingin," ujar Dubes Andy, dalam keterangan tertulis KBRI Amman yang diterima Metrotvnews.com, Kamis 30 November 2017. 
 
Pada 2016 lalu KBRI Amman juga menyalurkan sumbangan dari masyarakat Indonesia melalui UNRWA sebesar USD20.000 untuk membantu peralatan sekolah di camp pengungsi Rusayifah dan Jalur Gaza. Dalam sambutan balasannya, Roger Davies menyampaikan ucapan terima kasih atas bantuan dan perhatian negara dan masyarakat Indonesia terhadap Bangsa Palestina, tidak hanya yang berada di Tepi Barat dan Jalur gaza, namun juga kepada pengungsi Palestina yang berada di Yordania. 
 
"Di tengah kondisi defisit anggaran operasional UNRWA tahun ini mencapai USD 77 juta atau sekitar Rp 1 Trilliun, berapapun sumbangan yang diberikan baik oleh suatu negara, kelompok atau golongan atau bahkan sumbangan individu pun pasti akan diterima dengan senang hati," lanjut Roger yang sudah 28 tahun bergabung di UNRWA. 
 
Pada peringatan Hari Solidaritas Palestina tahun ini, Dubes Andy dan beberapa orang staf serta perwakilan DWP KBRI Amman berkesempatan mengunjungi beberapa sekolah dan fasilitas kesehatan yang terdapat di dalam camp pengungsi Palestina yang terdapat di daerah Qusour dan Marka, pinggiran kota Amman. 
 
Dalam kunjungan tersebut, Roger Davies menjelaskan informasi seputar lingkup tugasnya di Amman. Saat ini UNRWA kantor operasi Yordania melayani sekitar 2,2 juta pengungsi Palestina yang tersebar di 10 (sepuluh) camp atau sebanyak 43 persen dari total pengungsi Palestina yang terdapat di Yordania, Suriah, Libanon, West Bank, dan Jalur Gaza. UNRWA Yordania mempunyai staf sebanyak 7.000 orang yang 95 persen diantaranya merupakan para pengungsi Palestina sendiri.
 
Selain itu, UNRWA juga memiliki sarana pendidikan yang terdiri dari 171 sekolah dengan murid sebanyak 121.368 siswa yang belajar dari kelas 1 sampai dengan kelas 10, satu Fakultas Sains dan Seni Pendidikan, dua pusat pelatihan kejuruan dan teknis. Juga memiliki 25 pusat kesehatan utama yang mampu merawat lebih dari 1,1 juta pengungsi, 10 pusat rehabilitasi berbasis masyarakat, dan 14 pusat program peningkatan sumber daya perempuan. 
 
Selain fasilitas di atas, UNRWA kantor operasi Yordania juga memberikan bantuan tunai untuk hampir 60.000 pengungsi yang paling miskin sebanyak USD 115 per orang per tahun. 
 
Di akhir kunjungan, Roger Davies berharap peringatan Hari Solidaritas Palestina ini memberi kesempatan kepada masyarakat internasional untuk memusatkan perhatiannya pada fakta bahwa masalah Palestina tetap tidak terselesaikan.

Dan hingga saat ini rakyat Palestina belum menggapai hak-hak mereka di antaranya: hak untuk menentukan nasib sendiri tanpa campur tangan eksternal, hak atas kemerdekaan dan kedaulatan nasional, serta hak untuk kembali ke tanah airnya.

(FJR)