Arab Saudi Tutup Sebuah Kota Mayoritas Syiah

Willy Haryono    •    Minggu, 13 Aug 2017 14:08 WIB
arab saudi
Arab Saudi Tutup Sebuah Kota Mayoritas Syiah
Seorang warga berjalan melewati gambar ulama Nimr al-Nimr di tembok kota Awamiya, Arab Saudi. (Foto: AFP/STR)

Metrotvnews.com, Riyadh: Pasukan keamanan Arab Saudi menutup sebuah kota mayoritas Muslim Syiah di wilayah timur, Minggu 13 Agustus 2017, menyusul gelombang unjuk rasa dan bentrokan dengan polisi sejak beberapa bulan terakhir. 

Pekan lalu, otoritas Arab Saudi mengklaim telah menguasai sebuah distrik di Awamiya, kota di wilayah Qatif di mana unjuk rasa dengan pasukan keamanan meningkat belum lama ini. 

Organisasi Human Rights Watch (HRW) mengatakan pasukan Arab Saudi sudah benar-benar "mengepung dan menutup" Awamiya. 

Berdasarkan foto satelit antara Februari dan Agustus, sejumlah wilayah di Awamiya rusak parah, banyak di antaranya infrastruktur warga sipil.

"Otoritas Arab Saudi harus segera bertindak untuk membiarkan warga kembali ke rumahnya, mengizinkan bisnis dan klinik untuk dibuka kembali, dan mengganti rugi kerusakan properti," kata Direktur HRW cabang Timur Tengah Sarah Leah Whitson, seperti disitat AFP.

Riyadh menyalahkan "teroris" dan pengedar narkotika atas gelombang kekerasan di Awamiya. Kekerasan sejak Mei lalu di Awamiya telah menewaskan sejumlah warga sipil dan polisi. 

Awamiya adalah pusat terjadinya unjuk rasa pada 2011 yang terinspirasi peristiwa Arab Spring. Salah satu pemimpin gerakan, ulama Syiah Nimr al-Nimr, dieksekusi mati pada Januari 2016 atas tuduhan terorisme.

Eksekusi Nimr memicu ketegangan sektarian antara di seantero Teluk Arab. Ketegangan juga kian meningkat antara Arab Saudi dengan rival utamanya di kawasan: Iran.

Syiah adalah minoritas di Arab Saudi, yang populasinya sekitar 10 hingga 15 persen dari total 32 juta, sejak lama mengeluhkan perlakuan tak adil dari pemerintah pusat.


(WIL)