Atasi Pasokan Susu, Pengusaha Qatar Berencana Impor 4.000 Sapi

Fajar Nugraha    •    Rabu, 14 Jun 2017 12:54 WIB
kisruh qatar
Atasi Pasokan Susu, Pengusaha Qatar Berencana Impor 4.000 Sapi
Qatar akan impor 4.000 sapi dari Australia dan Amerika Serikat (Foto: Bloomberg).

Metrotvnews.com, Doha: Seorang pengusaha Qatar berencana mengambil langkah drastis untuk pertahankan pasokan susu. Pengusaha itu berencana untuk mengimpor sekitar 4.000 sapi ke Qatar.
 
Rencananya sapi jenis Holstein akan diangkut melalui udara dan dibeli dari Australia serta Amerika Serikat (AS).
 
Adalah Direktur Power International Holding, Moutaz Al Khayyat yang mengungkapkan rencana itu. Hal tersebut dilakukan menyusul blokade yang dilakukan oleh negara tetangga terhadap Qatar.
 
"Sekarang waktunya bekerja untuk Qatar," ujar Al Khayyat, seperti dikutip Bloomberg, Rabu 14 Juni 2017.
 
"Rencana ini membutuhkan 60 penerbangan dari Qatar Airways untuk mengangkut hewan seberat 590 kilogram itu. Seluruh sapi akan dibeli dari Australia dan Amerika Serikat," imbuhnya.
 
Dipimpin oleh Arab Saudi, negara tetangga Qatar memutuskan hubungan diplomatik dan menutup rute perdagangan dan pasokan bahan kebutuhan warga. Isolasi pada 5 Juni itu memaksa negara dengan pendapatan per kapita terbesar di dunia itu membuka rute perdagangan baru untuk mengimpor makanan, membangun material dan perlengkapan untuk industri gas-nya.
 
Namun hingga saat ini bank sentral Qatar menyebutkan bahwa transaksi domestik dan internasional tetap berjalan normal.
 
Produk susu Turki pun sudah diterbangkan dan buah-buahan serta sayur dari ini dalam perjalanan untuk memenuhi pasokan masyarakat Qatar. Muncul pula gerakan untuk menyokong produk lokal.
 
"Ini adalah bentuk kekuatan, bahwa kami tidak butuh pihak lain. Pemerintah sudah memastikan bahwa rakyat tidak akan kekurangan apapun. Kami tidak akan takut. Tidak akan ada yang mati kelaparan," tutur seorang pegawai pemerintah, Umm Isa.
 
Krisis?
 
Sebagian besar pasokan susu segar dan produk turun lainnya yang masuk ke Qatar datang dari Arab Saudi. Tetapi seminggu yang lalu, produk tersebut tidak lagi masuk ke Qatar.
 
Namun Qatar pada dasarnya sudah memiliki persiapan menghadapi kondisi semacam ini. Al Khayyat,-perusahaan bergerak konstruksi- memperluas usaha mereka dengan membuka bisnis agrikultur sekitar 50 kilometer utara Doha. 
 
Ketahanan pangan juga menjadi strategi Pemerintah Qatar untuk menjaga ekonomi mereka menjauh dari ketergantungan akan minyak seperti yang dilakukan Arab Saudi dalam Visi 2030.
 
Dalam sebuah lahan yang luasnya setara dengan 70 lapangan sepakbola, tampak paparan hijau rumput. Di tempat ini pula produksi susu dan daging kambing dikembangkan. Bahkan mereka berencana untuk mengimpor sapi.
 
Sedangkan produksi susu segar akan dimulai pada akhir Juni, bukan September seperti yang sudah direncanakan. Melalui produksi, diperkirakan sepertiga permintaan warga Qatar akan dipenuhi pada pertengahan Juli.


 

(FJR)