Pemberontak Yaman Ancam Serang Tanker di Perairan Internasional

Arpan Rahman    •    Jumat, 15 Sep 2017 17:24 WIB
konflik yaman
Pemberontak Yaman Ancam Serang Tanker di Perairan Internasional
Bantuan medis diturunkan dari sebuah kapal di pelabuhan Hodeidah, Yaman, 6 Juli 2016. (Foto: AFP/ABDO HYDER)

Metrotvnews.com, Sanaa: Pemimpin pemberontak Houthi di Yaman, Abdel-Malek al-Houthi, mengancam menyerang kapal-kapal tanker minyak di perairan internasional jika koalisi militer pimpinan Arab Saudi menyerang kota pelabuhan Hodeidah.

"Setiap upaya bodoh untuk menyerang Hodeidah dan pelabuhannya akan dibalas dengan aksi-aksi yang tidak pernah kami lakukan sebelumnya. Seperti menargetkan dan menyerang kapal tanker minyak di laut," kata al-Houthi dalam sebuah pidato di televisi dalam saluran TV satelit kelompoknya, al-Masirah.

"Kami telah mengembangkan kemampuan angkatan laut, dan sekarang kami bisa mencapai pelabuhan Saudi dan tepi pantai lain di Laut Merah," tegasnya seperti dinukil kantor berita Xinhua, Jumat 15 September 2017.

Al-Houthi juga mengungkapkan bahwa Houthi telah mengembangkan rudal balistik, yang dapat mencapai sasaran jauh sampai Uni Emirat Arab (UEA).

"UEA sekarang berada dalam jangkauan rudal kita, dan semua perusahaan asing di UEA seharusnya tidak menganggapnya sebagai negara yang aman lagi," seru al-Houthi.

Pemimpin Houthi itu berencana menerapkan "wajib militer" demi memaksa lebih banyak ribuan warga Yaman melawan koalisi pimpinan Arab Saudi.

Sekitar 700.000 prajurit Yaman, yang sebagian besar masih loyal kepada mantan Presiden Ali Abdullah Saleh, menolak terlibat dalam perang melawan koalisi pimpinan Arab Saudi karena sudah tidak digaji selama setahun.

Kota pelabuhan Hodeidah, tempat di mana 80 persen makanan impor ditampung, adalah satu-satunya pelabuhan yang dikendalikan pemberontak Houthi. Sementara koalisi pimpinan Arab Saudi dan pasukan pemerintah Yaman menguasai kota pelabuhan Aden.

Sejauh ini perang di Yaman telah menewaskan lebih dari 10.000 orang. Setengah dari korban tewas adalah warga sipil. Konflik juga memaksa lebih dari 3 juta jiwa kehilangan tempat tinggal.



(WIL)

Bersama Membantu Rohingya

Bersama Membantu Rohingya

1 hour Ago

AUNG San Suu Kyi oleh dunia internasional sesungguhnya dinilai memiliki semua prasyarat yang diperlukan…

BERITA LAINNYA