Australia Tolak Tawaran Selandia Baru untuk Tampung Pengungsi

Arpan Rahman    •    Minggu, 05 Nov 2017 16:14 WIB
imigran gelap
Australia Tolak Tawaran Selandia Baru untuk Tampung Pengungsi
PM Australia Malcolm Turnbull (kanan) bersama PM Selandia Baru Jacinda Ardern di Sydney, 5 November 2017. (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Canberra: Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull menolak tawaran terbaru dari Selandia Baru untuk memukimkan kembali sejumlah pengungsi dari kamp detensi di Manus, Papua Nugini.

Sekitar 600 pria menolak meninggalkan kamp detensi di Manus. Mereka mengaku khawatir akan diserang warga lokal. 

Turnbull mengaku belum dapat menerima tawaran dari PM Selandia Baru Jacinda Ardern. Kedua pemimpin berdialog di Sydney pada Minggu 5 November 2017. 

Seperti dikutip BBC, Ardern mengaku tidak dapat mengabaikan "wajah kemanusiaan" dari Australia di tengah permasalahan pengungsi Manus. 

Di bawah kebijakan kontroversial, Australia menolak menerima para pencari suaka yang datang secara ilegal melalui jalur laut. Mereka semua kemudian dikirim ke kamp detensi di Manus dan juga Nauru. 

Selandia Baru pernah menawarkan Australia untuk menampung 150 pencari suaka pada 2013. Namun tawaran tersebut telah beberapa kali ditolak Australia.

Jurnalis BBC Phil Mercer di Sydney mengatakan Turnbull tengah mengejar perjanjian yang dicapai dengan Amerika Serikat tahun lalu. Perjanjian itu menyepakati bahwa AS akan menerima ratusan imigran dari kamp detensi. 

Australia menutup kamp detensi di Manus pada Selasa kemarin, setelah Papua Nugini menyatakan tempat tersebut inkonstitusional. 

Para pengungsi di Manus -- sebagian besar sudah mendapatkan status pengungsi -- kini kehilangan akses air bersih, aliran listrik dan toilet. Persediaan makanan mereka juga menipis. 

Agensi pengungsian PBB mengatakan akomodasi alternatif bagi para pengungsi di Manus belum tersedia. PBB dan beberapa grup lain mengatakan kekhawatiran para pengungsi di Manus beralasan, karena sejumlah penyerangan pernah terjadi di sana.


(WIL)