Satu Warga Palestina Kembali Ditembak Mati Prajurit Israel

Fajar Nugraha    •    Selasa, 05 Jun 2018 10:39 WIB
palestinapalestina israel
Satu Warga Palestina Kembali Ditembak Mati Prajurit Israel
Prajurit israel melakukan kerap melakukan kekerasan terhadap warga Palestina (Foto: IMEMC).

Gaza: Prajurit Israel kembali menembak mati seorang warga Palestina di Gaza pada Senin 4 Juni. Korban diketahui memaksa masuk ke perbatasan Gaza dengan membawa kapak.
 
Pihak militer menyebarkan foto dari kapak yang digunakan oleh pria itu di dekat perbatasan.
"Seorang warga Palestina lainnya melarikan diri setelah merusak pagar keamanan Israel," ujar pihak militer Israel, seperti dikutip Gulf Today, Selasa 5 Juni 2018.
 
Tidak ada komentar dari pihak Palestina mengenai insiden ini. Insiden terbaru terjadi di saat kekerasan yang terus meningkat di sepanjang perbatasan Israel dan Gaza.
 
Sejak 30 Maret, pasukan Israel sudah menewaskan lebih dari 120 warga Palestina yang melakukan demonstrasi di sekitar perbatasan Gaza. Hal ini memicu kecaman dunia internasional.
 
Israel mengatakan sebagian besar dari mereka yang tewas adalah anggota Hamas yang mencoba menerobos perbatasan. Bagi Israel, para pedemo ini adalah pelaku yang menyamar untuk melakukan serangan.
 
Amerika Serikat (AS) pun juga menyalahkan Hamas atas jatuhnya korban. AS mendukung penuh tindakan Israel ini.
 
Sementara pihak Palestina menegaskan bahwa sebagian korban tewas adalah warga sipil yang tidak memiliki senjata. Mereka melawan pasukan Israel yang bersenjata lengkap.
 
Petugas medis tewas
 
Insiden yang menyita perhatian adalah tewasnya petugas media Palestina Razan al Najar pada Jumat 1 Juni lalu.
 
Baca juga: Relawan Medis Wanita Ditembak Mati Israel di Perbatasan Gaza.
 
Prajurit Israel menembak perempuan berusia 21 tahun itu ketika sedang menolong warga yang terkena gas air mata. Peluru menembus dada Rajan, yang kemudian nyawanya tidak bisa tertolong.
 
Pemakaman dari Rajan dilakukan di Kota Khan Younes, Gaza. Ribuan orang tampak mengantarkan jasadnya ke tempat peristirahatan terakhir.
 
Keluarga Rajan menuntut agar pihak Israel bertanggungjawab. Ayahnya memperlihatkan jaket putih yang bersimbah darah dan memperlihatkan lubang di bagian dada.
 
Atas insiden ini Israel pun berencana untuk melakukan penyelidikan. Tetapi hingga saat ini belum ada tanda-tanda penyelidikan itu berjalan.


(FJR)