Raja Salman Tolak Pemindahan Kedubes AS ke Yerusalem

Sonya Michaella    •    Minggu, 15 Apr 2018 21:29 WIB
israel palestinapalestina israel
Raja Salman Tolak Pemindahan Kedubes AS ke Yerusalem
Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud -- Foto: AFP

Dhahran: Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud menegaskan penolakannya terhadap pemindahan Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Rencananya, Kedubes AS akan dipindahkan pada bulan depan sebagai wujud pengakuan AS bahwa Yerusalem adalah ibu kota dari Israel.

"Kami menegaskan kembali penolakan kami terhadap keputusan AS tentang Yerusalem," kata Raja Salman pada saat membuka KTT Liga Arab, dikutip dari AFP, Minggu 15 April 2018.

"Yerusalem Timur adalah bagian integral dari wilayah Palestina," tambahnya lagi.

Sebelumnya, Raja Salman sudah menegaskan penolakannya secara langsung kepada Presiden AS Donald Trump melalui sambungan telepon. Hal itu dinyatakan setelah Putra Mahkota Muhammad bin Salman mengakui Israel berhak atas tanah Yerusalem.

Saat berbincang dengan Trump, Raja Salman juga menekankan perlunya meningkatkan progres perdamaian di Timur Tengah. Desakan ini muncul pascabentrokan di Jalur Gaza yang menewaskan 17 warga Palestina akibat gempuran militer Israel.

Sejak awal pengumuman pemindahan Kedubes AS, Arab Saudi adalah satu dari sekian negara yang menentang keputusan Trump tersebut. Arab Saudi menilai keputusan AS untuk memindahkan kedubes ke Yerusalem akan merusak solusi perdamaian Palestina dan Israel.

 


(Des)