Buaya Bermunculan di Banjir Australia, Militer Turun Tangan

Willy Haryono    •    Senin, 04 Feb 2019 11:27 WIB
banjiraustralia
Buaya Bermunculan di Banjir Australia, Militer Turun Tangan
Banjir melanda kota Townsville, Queensland, Australia, 3 Februari 2019. (Foto: AFP/QUEENSLAND FIRE AND EMERGENCY SE)

Queensland: Militer Australia dikerahkan untuk mengatasi banjir "sekali dalam satu abad" yang telah menggenangi banyak rumah, sekolah dan bandara di wilayah timur laut. Banjir kali ini juga diperparah kemunculan buaya di beberapa titik.

Pasukan Pertahanan Australia mengirimkan banyak karung pasir, mengerahkan kendaraan amfibi dan membantu mengevakuasi warga dari beberapa rumah yang tergenang banjir di Queensland, Senin 4 Februari 2019. 

Wilayah utara dan timur laut Australia memang sering dilanda hujan deras pada awal tahun. Namun intensitas hujan kali ini jauh melebihi level normal.

Di kota Townsville, sebagian besar mobil warga terendam banjir. " Kami belum pernah melihat begitu banyak air sepanjang hidup kami," ucap seorang jurnalis radio Gabi Elgood, seperti dilansir dari laman AFP.

"Kami berpikir mana mungkin ketinggian air dapat kembali bertambah, tapi ternyata hujan turun tanpa henti," lanjut dia.

Warga tidak hanya kerepotan menghadapi banjir, tanah longsor dan pemadaman listrik, tapi juga ancaman dari buaya air asin. Reptil buas itu terpantau muncul di beberapa permukiman warga dan juga jalan raya di Townsville dan wilayah lain di Queensland.

Petugas gabungan merespons cepat laporan warga dan melakukan 18 operasi penyelamatan di sekitar Townsville sejak tadi malam. 

Menurut Menteri Utama Queensland Annastacia Palaszcuk, lebih dari 1.000 orang telah menghubungi petugas untuk meminta pertolongan. Sekitar 400 warga Townsville untuk sementara mengungsi ke beberapa barak militer.

Juru bicara perusahaan Ergon Emma Oliveri mengatakan kepada AFP bahwa lebih dari 16 ribu warga Queensland kehilangan aliran listrik. Ia belum dapat mengatakan hingga kapan pemadam listrik ini berlangsung.

Sebelumnya, otoritas Queesland mengingatkan 20 ribu rumah terancam terendam banjir jika hujan terus mengguyur sepanjang pekan. "Ini bukan peristiwa 20 tahun sekali, tapi sekali dalam satu abad," ujar Palaszcuk.

Baca: Banjir Besar Landa Australia, Ribuan Warga Mengungsi


(WIL)