Australia Minta Turki Ekstradisi Perekrut Anggota ISIS

Sonya Michaella    •    Sabtu, 26 Nov 2016 11:59 WIB
isis
Australia Minta Turki Ekstradisi Perekrut Anggota ISIS
Neil Prakash atau Abu Khaled al-Cambodi ditahan di Turki (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Canberra: Australia meminta Turki untuk mengekstradisi tersangka perekrut militan Islamic State (ISIS) yang dinyatakan sudah tewas, namun ternyata masih hidup dan saat ini berada di Turki.

Neil Prakash adalah seorang perekrut senior ISIS yang berkaitan dengan rencana teror untuk melancarkan serangan dan membunuh warga Australia.

"Seorang pria yang kami yakini adalah Neil Prakash telah ditangkap dan ditahan di Turki," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Australia dalam sebuah pernyataan.

Dilansir AFP, Sabtu (26/11/2016), pada Mei lalu, Prakash dilaporkan pemerintah Australia telah tewas dalam serangan udara Amerika Serikat di Irak bagian utara. Namun, New York Times melaporkan bahwa ia tak tewas, tapi hanya terluka.

Prakash diketahui meninggalkan Australia pada 2013. Ia dituduh menusuk dua petugas polisi hingga tewas pada 2014. Perdana Menteri Australia, Malcolm Turnbull pun menetapkan Prakash sebagai buronan Australia.

"Prakash dan anggota lainnya dengan kejam menargetkan laki-laki dan anak-anak untuk menjadi anggota ISIS," ucap Turnbull.

Menurut laporan, Prakash menggunakan internet untuk mempromosikan ideologi jahat dan kelompok militan untuk merekrut orang-orang Australia. Dikenal juga dengan nama Abu Khaled al-Cambodi, Prakash dilaporkan menjadi salah satu target pesawat tak berawak AS di Irak.

"Kami sadar bahwa orang ini telah ditangkap oleh pihak berwenang Turki dan proses harus dihormati. Australia akan bekerja sama erat dengan pemerintah Turki untuk memerangi terorisme," pungkas Turnbull.


(FJR)

BDF IX Berakhir, Demokrasi Masih Hadapi Banyak Tantangan

BDF IX Berakhir, Demokrasi Masih Hadapi Banyak Tantangan

1 day Ago

Bali Democracy Forum (BDF) IX resmi ditutup. Sejak pertama kali diadakan pada 2008, tingkat keikutsertaan…

BERITA LAINNYA