Perekrut Militan ISIS Dapat Bantuan Konsuler dari Australia

Willy Haryono    •    Minggu, 13 Aug 2017 15:16 WIB
isis
Perekrut Militan ISIS Dapat Bantuan Konsuler dari Australia
Terduga perekrut militan ISIS asal Australia, Neil Prakash. (Foto: YouTube)

Metrotvnews.com, Canberra: Australia memberikan bantuan konsuler kepada terduga perekrut militan kelompok Islamic State (ISIS), Neil Prakash. 

Bantuan diberikan dengan harapan Prakash bersedia memberikan data intelijen atas ISIS kepada pemerintah. 

Pria paling diburu Australia, yang ditahan di Turki atas tuduhan terorisme sejak akhir Oktober, telah menerima bantuan "dasar" dari kantor kekonsuleran. Hal ini dikonfirmasi Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop. 

Kantor berita News Corp melaporkan bantuan diberikan atas permintaan tertuduh, yang mengatakan kepada otoritas Turki dirinya memiliki dua anak yang lahir di Suriah. Kedua anak itu dinilai Prakash memiliki kewarganegaraan Australia. 

Menteri Kesehatan Australia Greg Hunt menyebut pemerintah Australia fokus terhadap data intelijen yang mungkin akan diberikan Prakash.

"Itu harapan kami, agar dapat melindungi warga Australia di dalam dan luar negeri," kata Hunt kepada Channel Seven. 

Prakash telah memberikan keterangan kepada kepolisian Turki mengenai perjalannya dari militan ISIS menjadi desersi yang menghabiskan waktu enam bulan dalam pelarian. 

Bishop harus mengeluarkan izin khusus untuk kantor konsuler Australia agar dapat memberikan bantuan kepada Prakash. 

Sebelumnya, pejabat diplomatik Australia telah dua kali mengunjungi Prakash di sebuah penjara di Gaziantep. Prakash, yang muncul dalam propaganda ISIS sebagai perekrut, telah diwawancara otoritas Australia setelah ditangkap Turki di wilayah perbatasan.


(WIL)