Bocah 9 Tahun Dihukum karena Protes Lagu Kebangsaan Australia

Marcheilla Ariesta    •    Rabu, 12 Sep 2018 13:15 WIB
australia
Bocah 9 Tahun Dihukum karena Protes Lagu Kebangsaan Australia
Bendera Australia. (Foto: AFP).

Brisbane: Sebuah sekolah dasar di Brisbane mendisiplinkan gadis 9 tahun karena melakukan protes atas lagu kebangsaan Australia. Murid bernama Harper Nielsen itu dihukum dengan cara tidak diberi makan siang.

Nielsen melakukan protes karena tidak setuju dengan lirik lagu kebangsaan tersebut. "Dalam lagu tersebut dikatakan 'kami masih muda', itu benar-benar mengabaikan penduduk asli Australia yang ada di sini sebelum kami selama lebih dari 50 ribu tahun," katanya, dilansir dari laman ABC News, Rabu, 12 September 2018.

"Ketika aslinya ditulis 'Advance Australia Fair' berarti memajukan orang kulit putih Australia," imbuh dia.

Bocah tersebut mengatakan dia merasa kesal sekolah menghukumnya hanya karena mengungkapkan keyakinannya.

"Saya merasa mereka mencoba mengambil kekuatan saya, dan itu membuat saya sedikit kesal karena semua yang saya ungkapnya adalah kesetaraan dan kekuatan yang sama untuk semua orang," tutur bocah tersebut.

Siswa kelas 4 sekolah dasar tersebut mengatakan keputusan yang dibuat sebagian besar oleh dirinya sendiri. Meski demikian, dia telah mendiskusikan hal tersebut dengan orangtuanya.

Ayahnya, Mark Nielsen, merupakan Profesor Asosiasi di Sekolah Psikologi Universitas Queensland. Dia mendukung penuh sang putri dan pandangannya.

"Dia menunjukkan keberanian luar biasa dalam mempertahankan apa yang diyakini dan membuat sikap untuk sesuatu yang dia anggap benar. Saya tidak bisa lebih bangga karena dia melakukan ini," tukas Mark.

Menanggapi kritikan terhadap putrinya, Mark menuturkan penting memberi semua orang kesempatan untuk membela hal-hal yang mereka yakini.


(AHL)


Trump Diminta Gelar Investigasi Kedua Soal Khashoggi
Kematian Jamal Khashoggi

Trump Diminta Gelar Investigasi Kedua Soal Khashoggi

1 hour Ago

Senat meminta Trump untuk memastikan apakah Pangeran Mohammed terlibat atau tidak dalam kasus…

BERITA LAINNYA