Tanggap Darurat, KBRI Kairo Buka Kerja Sama dengan RS di Mesir

Sonya Michaella    •    Jumat, 06 Jul 2018 20:06 WIB
wniindonesia-mesir
Tanggap Darurat, KBRI Kairo Buka Kerja Sama dengan RS di Mesir
Duta Besar Republik Indonesia untuk Mesir Helmy Fauzy (Foto: Antara).

Kairo: Duta Besar RI untuk Mesir Helmy Fauzy saat kini tengah menjajaki kerja sama dengan sejumlah rumah sakit lokal. Hal ini terkait banyaknya Warga Negara Indonesia (WNI) yang mengalami kecelakaan di Mesir, bahkan sampai kehilangan nyawa.
 
Baca juga: Mahasiswa Indonesia Tewas Terjatuh dari Apartemen di Mesir.
 
Rumah sakit yang dijadikan target adalah rumah sakit yang dekat dengan pemukiman padat WNI di Mesir dan semata-mata mulai dibangun guna memaksimalkan layanan darurat bagi WNI di Mesir.
 
"Kami hanya ingin memastikan negara selalu hadir memberi perlindungan bagi WNI dimanapun berada. Dan ini adalah agenda pertama Nawacita pemerintahan Joko Widodo," kata Dubes Helmy, dalam keterangan tertulisnya kepada Medcom.id, Jumat 6 Juli 2018.
 
Jika kerja sama berhasil dibangun, dirinya berharap, WNI yang mengalami masalah kedaruratan dapat langsung ditangani pihak rumah sakit. Sebab, KBRI akan menjadi pihak penjamin dari calon pasien yang datang ke instalasi gawat darurat. Selain itu, WNI juga dapat mengetahui rumah sakit apa saja yang menjadi rujukan apabila terjadi kasus darurat.
 
"Harapannya rumah sakit dapat langsung menangani WNI tanpa perlu mempertanyakan siapa yang akan menanggung biaya," lanjut dia.
 
Sementara itu, mahasiswa Indonesia yang melanjutkan studi di Mesir tidak memiliki asuransi kesehatan hingga saat ini. Ketiadaan jaminan ini kerap menjadi sandungan bagi WNI untuk mendapatkan pelayanan rumah sakit.
Oleh karena itu, Dubes Helmy berharap Kementerian Agama RI dapat membantu calon mahasiswa yang akan melanjutkan sekolah di Mesir untuk memiliki asuransi kesehatan.
 
"Pemberian fasilitas asuransi kepada mahasiswa setidaknya dapat meringankan mereka apabila mengalami problem kesehatan selama studi di Mesir,” tegasnya lagi.
 
Menurut data yang diterima KBRI Kairo, jumlah mahasiswa baru asal Indonesia yang akan berangkat ke Mesir pada tahun 2018 ini -akan mencapai lebih dari 1.500 orang.


(FJR)