Indonesia Desak Dewan HAM PBB Selidiki Pelanggaran HAM Israel

Fajar Nugraha    •    Selasa, 03 Jul 2018 16:13 WIB
indonesia-pbbpalestina israel
Indonesia Desak Dewan HAM PBB Selidiki Pelanggaran HAM Israel
Wakil Tetap RI untuk PBB, Duta Besar Hasan Kleib (tengah). (Foto: Dok.PTRI Jenewa).

Jenewa: Indonesia mendesak Dewan HAM PBB untuk segera menyelidiki pelanggaran HAM Israel di wilayah pendudukan Palestina melalui percepatan penunjukkan anggota Komisi Penyelidikan (Commission of Inquiry). 
 
Hal ini disampaikan Wakil Tetap RI untuk PBB di Jenewa, Hasan Kleib, pada Sidang Dewan HAM di Jenewa pada 2 Juli 2018. 
 
Sebelumnya pada sesi Khusus Dewan HAM 18 Mei 2018 lalu telah menyepakati pembentukan Komisi Penyelidikan untuk menginvestigasi pelanggaran HAM khususnya terkait penggunaan kekerasan bersenjata oleh otoritas Israel atas protes damai warga Palestina yang dimulai 30 Maret 2018.
 
Aksi kekerasan Israel tersebut telah mengakibatkan tewasnya 132 warga Palestina dan melukai lebih dari 3.000 korban warga Palestina. Hingga saat ini, Dewan HAM belum selesai membentuk Komisi dimaksud.
 
Dubes Kleib menyampaikan keprihatinan serius Indonesia terhadap pelanggaran HAM Israel yang terus berlanjut terhadap rakyat Palestina, termasuk penggunaan kekuatan yang berlebihan atas protes damai warga Palestina.
 
"Tekad Israel untuk melanjutkan kebijakan yang tidak dapat ditoleransi seperti permukiman ilegal, pembangunan tembok pemisah dan pembatasan hak-hak rakyat Palestina, adalah hambatan terbesar bagi pembentukan Negara Palestina yang independen dan berdaulat dengan Yerusalem Timur sebagai ibukotanya," ujar Dubes Hasan Kleib, dalam keterangan tertulis Wakil Tetap RI di Jenewa, yang diterima Medcom.id, Selasa 3 Juli 2018.
 
"Kebijakan dan aksi ilegal yang dilakukan Israel secara terang-terangan telah melanggar hukum internasional, hukum HAM internasional, serta resolusi PBB, termasuk Resolusi DK PBB," tuturnya.
 
"Indonesia akan terus mengutuk kebijakan dan aksi Israel tersebut, bukan hanya karena salah dan ilegal, tetapi juga sangat berbahaya," tegas Dubes Kleib
 
Sehubungan dengan keinginan beberapa negara untuk menghapuskan agenda pembahasan mengenai Palestina di Dewan HAM, Dubes Kleib menggarisbawahi bahwa "Indonesia tidak akan mundur selangkah pun dalam mendukung kelanjutan pembahasan Agenda khusus mengenai Palestina di Dewan HAM. Hal ini penting sebagai pengingat bagi upaya untuk mengembalikan hak-hak sah rakyat Palestina, memperbarui komitmen kolektif kita, menegaskan kembali dukungan kita untuk rakyat Palestina, serta memastikan munculnya keadilan dan kebebasan bagi rakyat Palestina".


(FJR)