Diboikot Oposisi, Ilham Aliyev Menang Pilpres Azerbaijan

Arpan Rahman    •    Kamis, 12 Apr 2018 17:08 WIB
azerbaijan
Diboikot Oposisi, Ilham Aliyev Menang Pilpres Azerbaijan
Ilham Aliyev memastikan masa jabatan keempat Presiden Azerbaijan (Foto: AFP).

Baku: Petahana Azerbaijan, Ilham Aliyev, Rabu 11 April, memastikan masa jabatan keempat berturut-turut dalam pemilihan umum presiden yang diboikot oleh partai-partai oposisi utama. Hasil yang hampir lengkap menunjukkan kepastian tersebut.
 
Kemenangan Aliyev secara luas dilihat sebagai kesimpulan terdahulu. Oposisi negara Kaspia yang tertindas tidak mampu memberi tantangan serius terhadap kekuasaan otoriternya.
 
Posisi Aliyev telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir oleh masuknya petrodolar ke dalam kas pemerintahnya.
 
Lewat kekuasaan selama 15 tahun, Aliyev menerima 86 persen suara, dengan sebanyak 94 persen suara sudah dihitung, menurut Komisi Pemilu Pusat dalam sebuah pernyataan. Jumlah pemilih mencapai 74,5 persen, tambah pernyataan tersebut.
 
Mengklaim kemenangan dalam pilpres, Aliyev berbicara kepada bangsanya, berterima kasih kepada rakyat Azerbaijan atas "dukungan dan kepercayaan mereka".
 
"Warga Azerbaijan telah memilih keamanan dan kemajuan," katanya dalam pidato yang disiarkan televisi.
 
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan adalah pemimpin asing pertama yang mengucapkan selamat kepada Aliyev atas kemenangan elektoralnya, kata Presiden Azerbaijan dalam sebuah pernyataan.
 
Partai-partai oposisi utama di negara Kaukasus yang diawasi ketat memboikot pemungutan suara, menyebut pilpres itu palsu. Seraya menuduh pihak berwenang sudah siap untuk mendongkrak suara.
 
Mereka juga mengecam kejutan Aliyev -- dan keputusan tidak jelas -- mengadakan pilpres enam bulan lebih cepat dari jadwal. Sembari mengatakan bahwa itu bertujuan memangkas periode kampanye dan menghambat upaya mencegah kecurangan suara.
 
Sebelumnya pada sebuah tempat pemungutan suara di ibu kota Baku, guru sekolah berusia 38 tahun, Elmira Balayeva, berkata dia telah memilih Aliyev karena dia satu-satunya kandidat yang mampu mengarahkan negara itu menuju kesejahteraan ekonomi dan stabilitas politik.
 
"Tidak ada alternatif untuk Aliyev. Hanya terima kasih kepadanya menjadikan Azerbaijan negara yang stabil dengan ekonomi yang kuat," katanya, seperti dikutip AFP, Kamis 12 April 2018.
 
Tapi bagi Natig Veliyev, mahasiswa berusia 27 tahun, yang tidak keluar untuk memilih, "Pemilunya adalah lelucon murni. Kami belum pernah melihat pemilu bebas di negara ini. Aliyev hanya memperpanjang pemerintahannya lagi dan lagi."
 
Mencengkeram kekuasaannya selama puluhan tahun di tampuk kepresidenan, presiden tahun lalu menunjuk istrinya Mehriban Aliyeva sebagai wakil presiden pertama.
 
Selain presiden yang berkuasa, tujuh kandidat ikut dalam pemilu -- semuanya tokoh yang nyaris tidak melakukan kampanye apa pun. Para pendukung memuji Aliyev mengubah republik itu menjadi pemasok energi yang berkembang ke Eropa.
 
Tapi para kritikus berpendapat mereka telah menghancurkan oposisi dan memanfaatkan kekuasaan untuk mendanai gaya hidup mewah bagi diri mereka sendiri dan keluarga mereka. Aliyev membantah tuduhan pelanggaran wewenang dan korupsi.


(FJR)


Obama Sindir Sejumlah Kebijakan Trump

Obama Sindir Sejumlah Kebijakan Trump

13 hours Ago

Sejumlah kebijakan Trump disindir Obama, yaitu kebijakan imigrasi dan mundurnya AS dari Kesepakatan…

BERITA LAINNYA