OKI Kutuk Penembakan Brutal di Las Vegas

Willy Haryono    •    Selasa, 03 Oct 2017 13:10 WIB
penembakan as
OKI Kutuk Penembakan Brutal di Las Vegas
Sekjen OKI Dr. Yousef bin Ahmed Al-Othaimeen. (Foto: OIC/Arab News)

Metrotvnews.com, Jeddah: Organisasi Kerja Sama Islam atau OKI mengutuk penembakan brutal di Las Vegas, Amerika Serikat (AS) yang menewaskan sedikitnya 58 orang dan melukai ratusan lainnya. 

Pelaku diketahui bernama Stephen Paddock, pria paruh baya yang menembaki kerumunan penonton sebuah konser dari lantai 32 Hotel Mandala Bay pada 1 Oktober 2017. 

Seperti dikutip Emirates News Agency, Sekretaris Jenderal OKI Dr. Yousef bin Ahmed Al-Othaimeen mengungkapkan belasungkawa kepada keluarga korban dan juga pemerintah serta masyarakat AS. Ia berharap semua korban luka dapat segera sembuh. 

Al-Othaimeen juga menyesalkan terjadinya penembakan tersebut, yang menargetkan warga sipil tanpa memandang bulu. Ia menekankan kembali posisi kokoh OKI dalam menentang segala bentuk kekerasan dan terorisme.

Menurut Al-Othaimeen, terorisme tidak terkait dengan agama, ras maupun kewarganegaraan manapun. Ia menekankan perlu adanya upaya kolektif komunitas lokal, regional dan global dalam menghadapi terorisme.

Baca: Trump Ucapkan Belasungkawa untuk Korban Penembakan Las Vegas

Dari dalam negeri, Presiden Indonesia Joko Widodo turut mengutuk aksi penembakan di Las Vegas.

"Kita mengutuk aksi terorisme seperti itu. Aksi penembakan seperti yang terjadi di Las Vegas, dengan korban yang begitu banyak," kata Jokowi di Lapangan Utama Bumi Perkemahan dan Graha Wisata Cibubur, Jakarta Timur, Selasa 3 Oktober 2017.

"Saya yakin pemerintah Amerika tetap tegar dan kuat dalam menghadapi ancaman-ancaman terorisme seperti itu," lanjut dia.

Polisi sempat mengejar teman wanita pelaku yang disebut-sebut keturunan Indonesia. Setelah diselidiki, wanita bernama Marilou Danley itu adalah warga Australia keturunan Filipina. 

Otoritas Las Vegas menyatakan Danley sudah bukan lagi target buruan karena diyakini tidak terlibat dalam penembakan.

Kelompok militan Islamic State (ISIS) mengklaim bertanggung jawab atas penembakan ini, walau belum dapat dikonfirmasi pemerintah AS.

 


(WIL)