Oposisi Suriah Sepakat Kirim Perwakilan Bahas Perdamaian

Fajar Nugraha    •    Jumat, 24 Nov 2017 11:53 WIB
krisis suriah
Oposisi Suriah Sepakat Kirim Perwakilan Bahas Perdamaian
Kehancuran di Suriah akibat perang yang terjadi (Foto: AFP).

Damaskus: Oposisi Suriah yang terpecah akan mengirimkan delegasi bersatu ke negosiasi damai yang dimediasi oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Negosiasi akan dilakukan di Jenewa, Swiss.
 
Negosiasi ini merupakan upaya lanjutan dari dunia internasional untuk mengakhiri konflik yang sudah berjalan selama enam tahun.
 
Pengemuman dari pihak oposisi ini dikeluarkan, setelah dilakukan pertemuan di Riyadh, Arab Saudi. Sekitar 140 tokoh oposisi berkumpul untuk bersatu, sebelum melakukan pembicaraan langsung dengan pemerintahan Presiden Bashar al-Assad pada 28 November.
 
Beberapa putaran pembicaraan dilakukan oleh PBB berujung dengan kegagalan, demi mengakhiri konflik di Suriah. Sejak 2011, konflik ini sudah menewaskan lebih dari 330 ribu jiwa.
 
"Kami sudah sepakat dengan kelompok yang berada di Riyadh, bersama juga di Kairo, Mesir dan Moskow, Rusia untuk membentuk satu delegasi bersatu dalam berpartisipasi dalam perundingan di Jenewa," ujar anggota oposisi Suriah, Massma Kodmani, seperti dikutip AFP, Jumat 24 November 2017.
 
"Pertemuan lanjutan akan dilakukan pada Jumat untuk memberikan finalisasi nama serta jumlah perwakilan dari tiap kelompok dalam delegasi berjumlah 50 orang ini," jelasnya.
 
Delegasi ini tentunya akan dihadapkan pada tekanan untuk mundur beberapa langkah dari tuntutan radikal mereka. Terutama di saat kondisi pemerintahan Assad yang berhasil menghancurkan kekuatan ISIS dan memberikan kekuasaan besar di Suriah.
 
Oposisi yang berbasis di Kairo pada Kamis 23 November menyatakan sepakat untuk bergabung dengan oposisi lain, termasuk dengan Komite Negosiasi Tinggi (High Negotiations Committee/HNC) yang didukung oleh Arab Saudi. Blok ini merupakan yang terbesar di antara kelompok oposisi yang ada.
 
Sementara oposisi Suriah yang berada di Moskow, Rusia juga memutuskan untuk turut. Sebelumnya mereka enggan untuk bergabung, tetapi tetap harus meredam perbedaan di antara mereka.



(FJR)