Negara-Negara Arab Upayakan Resolusi Yerusalem Timur

Arpan Rahman    •    Minggu, 07 Jan 2018 16:00 WIB
israel palestinadonald trumppalestina israel
Negara-Negara Arab Upayakan Resolusi Yerusalem Timur
Menlu Yordania Ayman Safadi. (Foto: AFP/Getty)

Amman: Negara-negara Arab akan mendorong masyarakat internasional untuk mengakui Yerusalem Timur sebagai ibu kota negara Palestina. Hal ini disampaikan Menteri Luar Negeri Yordania dalam sebuah pertemuan di Amman, Sabtu 6 Januari 2018. 

Pernyataaan disampaikan setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel bulan lalu.

"Kami akan menghadapi keputusan AS dengan mencari resolusi, di level internasional, untuk mengakui berdirinya negara Palestina di perbatasan yang dibuat pada 1967 dengan Yerusalem sebagai ibu kotanya," kata Menlu Ayman Safadi sesudah bertemu para pemimpin Arab.

Menlu Mesir, Arab Saudi, Maroko, Uni Emirat Arab, dan Otoritas Palestina menghadiri pertemuan tersebut bersama dengan kepala Liga Arab, Ahmed Abul Gheit.

Berbicara di samping Safadi, Gheit mengatakan para menlu akan menghadiri sebuah pertemuan yang dihadiri semua negara Liga Arab guna membahas keputusan tersebut pada akhir Januari. Dia tambahkan mereka juga akan membahas peran Washington dalam pembicaraan damai yang sedang berlangsung antara para pemimpin Israel dan Palestina.

"Kami ingin mengurangi kerugian di pihak Palestina dan mengurangi keuntungan Israel," katanya seperti dilansir Deutsche Welle, Minggu 7 Januari 2018.

Kemarahan Dunia Arab

Banyak orang Arab menganggap bagian timur Yerusalem sebagai ibu kota negara Palestina di masa depan. Mereka menolak klaim Israel atas seluruh kota, yang dicaploknya dalam perang 1967 dan kemudian dianeksasi.

Keputusan Trump mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel menyebabkan demonstrasi anti-Amerika dan anti-Israel di beberapa negara Arab pada Desember. Liga Arab menilai langkah Trump tersebut sebagai "pelanggaran berbahaya hukum internasional."

Pada akhir Desember, mayoritas Majelis Umum PBB menolak keputusan AS. Sementara Organisasi Kerjasama Islam (OKI) meminta "semua negara mengakui Negara Palestina dan Yerusalem Timur sebagai ibu kota yang tengah diduduki."

Yerusalem merupakan isu sentral dalam pembicaraan damai yang sedang berlangsung antara Israel dengan Palestina.

Pada 2012, Majelis Umum PBB memilih menjadikan Palestina sebagai "negara pengamat non-anggota," yang dianggap oleh banyak kalangan sebagai pengakuan de facto secara kenegaraan. Ini juga menegaskan kembali seruan PBB yang sudah berlangsung lama bagi Israel dan Palestina untuk menyelesaikan status Yerusalem melalui negosiasi.




(WIL)


Pameran Replika Stasiun Kereta Api Bersejarah di AS

Pameran Replika Stasiun Kereta Api Bersejarah di AS

19 hours Ago

Ribuan pengunjung setiap tahun datang ke U.S. Botanic Garden atau Kebun Raya AS di Washington untuk…

BERITA LAINNYA