Pelajar Palestina Diminta Libur untuk Demo Anti Israel

Marcheilla Ariesta    •    Kamis, 07 Dec 2017 14:17 WIB
palestina israel
Pelajar Palestina Diminta Libur untuk Demo Anti Israel
Bendera Palestina dikibarkan oleh warga (Foto: AFP).

Tepi Barat: Kementerian Pendidikan Palestina meliburkan para pelajar dari sekolah mereka untuk mengajak anak-anak itu berdemo. Hal ini dilakukan usai pengumuman Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.
Dilansir dari laman The Times of Israel, Kamis, 7 Desember 2017, kementerian tersebut meminta para guru dan siswa untuk mengambil bagian dalam demonstrasi. Diperkirakan demo akan berlangsung di Tepi Barat, Yerusalem Timur dan Jalur Gaza.
 
Pasukan keamanan Israel tengah mempersiapkan kemungkinan kerusuhan skala besar usai pengumuman Trump tersebut. Mereka juga mengantisipasi bahaya serangan teror pada warga sipil dan tentara.
 
Sementara itu, Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengatakan bahwa langkah Trump tersebut menyedihkan dan tidak dapat diterima. 
 
"Keputusannya menandai penarikan Amerika Serikat sebagai pendukung proses perdamaian," tuturnya.
 
Pemimpin Palestina tersebut mengatakan bahwa dia menyerukan pertemuan darurat Komite Sentral Organisasi Pembebasan Palestina untuk menciptakan sebuah "posisi nasional yang bersatu" dan meletakkan semua opsi sebelum kemerdekaan terjadi.
 
Kelompok teror Hamas memperingatkan bahwa Trump telah membuka 'gerbang neraka' untuk kepentingan AS di wilayah ini. Dengan mengakui klaim Israel ke Yerusalem, Trump dilihat oleh orang-orang Palestina yang berpihak pada Israel mengenai isu paling sensitif dalam konflik tersebut. Orang-orang Palestina mencari Yerusalem Timur yang Israel tangkap pada 1967.
 
Ratusan warga Palestina di Gaza berkumpul hari Rabu melawan pengumuman tersebut, membakar bendera AS dan Israel serta gambar-gambar Trump. Bentrokan yang relatif kecil meletus di dekat titik nyala kota Hebron di Tepi Barat.



(FJR)