Turki Secara Formal Minta Penangkapan Fethullah Gulen kepada AS

Fajar Nugraha    •    Selasa, 13 Sep 2016 17:55 WIB
kudeta turki
Turki Secara Formal Minta Penangkapan Fethullah Gulen kepada AS
Fethullah Gulen yang saat ini dalam pengasingan di Amerika Serikat (Foto: Reuters)

Metrotvnews.com, Ankara: Kementerian Kehakiman Turki secara resmi mengirimkan permintaan penangkapan terhadap Fethullah Gulen kepada Amerika Serikat (AS).
 
Pemerintah Turki selama ini bersikeras bahwa Fethullah Gulen adalah otak dari kudeta gagal pada 15 Juli lalu. Gulen sendiri dikenal sebagai ulama dan tinggal dalam pengungsian di AS.
 
 
"Permintaan resmi kepada rekan di Washington menyebutkan bahwa Fethullah Gulen memberikan perintah kudeta berdarah yang menewaskan lebih dari 270 jiwa," sebut pihak Kementerian Kehakiman Turki, seperti dikutip Anadolu, Selasa (13/9/2016).
 
Sementara Gulen sendiri membantah bahwa dirinya terkait dalam kudeta tersebut. Menurutnya tuduhan ini hanya tidak berdasar yang diarahkan oleh Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.
 
Sejak lama Pemerintah Turki meminta penangkapan Gulen secara informal. Mereka menuntut agar Gulen segera diekstradisi.
 
Pada pertemuan dengan Wakil Presiden AS Joe Biden Agustus lalu, Presiden Erdogan mengatakan bahwa setidaknya Gulen harus ditahan. "Individu itu masih memberikan perintah kepada organisasi terorisnya dari tempat persembunyian," tegas Erdogan.

   
 
Setelah kudeta digagalkan, lebih dari 50 ribu orang, ditandai, dipecat atau dibebastugaskan dari pekerjaannya oleh Pemerintah Turki. 
 
Hukuman terhadap warga yang dianggap tidak loyal terhadap pemerintahan Presiden Recep Tayyip Erdogan ini, diperluas bukan hanya kepada aparat keamanan. Tetapi hukuman juga diterapkan kepada guru, dosen dan pekerja media.
 
Pihak pemerintah mengatakan mereka yang kehilangan pekerjaannya ini merupakan pengikut dari ulama Fethullah Gulen. Beberapa warga negara Indonesia juga sempat ditahan dalam operasi ini, namun akhirnya mereka dibebaskan kecuali satu WNI yang saat ini masih menjalani proses hukum.



(FJR)