Aleppo Terus Digempur Jelang Dialog Damai di Swiss

Willy Haryono    •    Kamis, 13 Oct 2016 17:58 WIB
krisis suriah
Aleppo Terus Digempur Jelang Dialog Damai di Swiss
Warga berjalan melewati bangunan yang hancur akibat serangan udara di permukiman Fardous, Aleppo, Suriah, 12 Oktober 2016 (Foto: AFP/AMEER ALHALBI)

Metrotvnews.com, Washington: Pesawat jet tempur Suriah dan Rusia terus menggempur kota Aleppo, Kamis (13/10/2016), setelah pengeboman dua hari sebelumnya telah menewaskan lebih dari 70 warga sipil. 

Serangan terus dilancarkan menjelang dialog konflik Suriah antar sejumlah kekuatan dunia di Swiss pada akhir pekan mendatang. 

Lebih dari 20 serangan udara mengenai wilayah timur Aleppo yang dikuasai pemberontak sejak pagi hari. Grup pemantau Syrian Observatory for Human Rights melaporkan serangkaian serangan menewaskan tujuh warga sipil. 

Di pinggiran Aleppo, pasukan rezim Presiden Bashar al-Assad menguasai beberapa posisi strategis di area perbukitan. 

Saluran televisi nasional Suriah melaporkan empat anak-anak tewas akibat roket pemberontak di sebuah sekolah di barat Aleppo. 

Moskow berada dalam tekanan internasional atas melonjaknya jumlah korban warga sipil di Aleppo. Sejumlah pihak menilai aksi Suriah dan Rusia dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang. 

Upaya Diplomatik Terbaru

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry dan Menlu Rusia Sergei Lavrov akan hadir dalam pertemuan konflik Suriah di Laussane, Swiss, Sabtu ini. Beberapa menlu lain juga dijadwalkan hadir, yakni dari Turki, Arab Saudi dan Qatar. 

Kubu pendukung rezim Assad maupun oposisi telah mengonfirmasi pengirman undangan kepada Iran, negara kunci dalam konflik yang merupakan sekutu Suriah. Setelah pertemuan di Laussane, Kerry akan bertemu menlu dari Inggris, Prancis dan Jerman di London. 

PBB mengatakan staf khusus Suriah Staffan de Mistura telah diundang dalam pertemuan di Laussane, namun kehadirannya belum dapat dipastikan. 

Lavrov mengatakan kepada CNN dirinya berharap dialog di Swiss dapat membuahkan "sebuah dialog serius" dengan didasari perjanjian gencatan senjata terdahulu di Suriah yang dimediasi AS dan Rusia.

 


(WIL)

BDF IX Berakhir, Demokrasi Masih Hadapi Banyak Tantangan

BDF IX Berakhir, Demokrasi Masih Hadapi Banyak Tantangan

22 hours Ago

Bali Democracy Forum (BDF) IX resmi ditutup. Sejak pertama kali diadakan pada 2008, tingkat keikutsertaan…

BERITA LAINNYA