RI Dorong Pentingnya Pendidikan demi Komunitas APEC yang Kuat

Fajar Nugraha    •    Sabtu, 19 Nov 2016 10:48 WIB
apec
RI Dorong Pentingnya Pendidikan demi Komunitas APEC yang Kuat
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita dan Wamenlu A,M Fachir di pertemuan APEC di Peru (Foto: Dok. Kemenlu RI)

Metrotvnews.com, Lima: Indonesia menilai pendidikan penting untuk menciptakan komunitas pendidikan APEC yang kuat.
 
"Indonesia menyambut baik diadopsinya APEC Education Strategy dan APEC Baseline Report on Current Education Status, dan berkomitmen untuk terus berpartisipasi aktif dalam menciptakan komunitas pendidikan APEC yang kuat dan kohesif," tegas Wakil Menteri Luar Negeri RI, A.M. Fachir pada sesi 4 APEC Ministerial Meeting (AMM), di Lima, Peru, dalam keterangan tertulis Kemenlu RI, yang diterima Metrotvnews.com, Sabtu, (19/11/2016).
 
Pertemuan ini mengangkat tema "Developing Human Capital." Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita bersama Wakil Menteri Luar Negeri Dr. A.M. Fachir telah memimpin delegasi RI pada APEC Ministerial Meeting (AMM) di Lima, Peru, 17-18 November 2016. 
 
Dalam kesempatan tersebut, Indonesia menekankan pentingnya implementasi APEC Education Strategy guna mendukung upaya mengatasi tingginya angka penggangguran. Khususnya di kalangan generasi muda, melalui penguatan dan penyelarasan kompetensi dan kapasitas individu dengan kebutuhan industri. 
 
Dalam intervensinya, Wamenlu Fachir juga menyampaikan langkah-langkah strategis yang telah dilakukan Pemerintah RI di bidang pendidikan, diantaranya i) perbaikan kurikulum pendidikan nasional; ii) perbaikan kualitas pendidikan kejuruan, dengan menyelelaraskan pada prioritas pembangunan nasional; serta iii) peluncuran program One Million Entrepreneurs Movement untuk meningkatkan rasio wirausaha nasional menjadi 2 persen di 2019, dari sebelumnya 1,6 persen.
 
Sementara itu, dalam sesi terpisah, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menggarisbawahi pentingnya mempertahankan kawasan APEC yang terbuka dan dinamis, guna memberikan ruang bagi peningkatan ekspor dan pembangunan nasional. Ditekankan bahwa pencapaian Bogor Goals dapat mencakup upaya mengatasi "development divide".
 
Dalam konteks ini, Mendag menegaskan komitmen Indonesia untuk terus memajukan usulan "Promoting Trade in Products that contribute to sustainable and inclusive growth through rural development and poverty alleviation" di forum APEC.
 
Guna mendorong peningkatan people-to-people contact di kawasan, para Pemimpin Ekonomi APEC telah mencanangkan target partisipasi 1 juta pelajar dan mahasiswa pada program pertukaran pelajar intra-APEC pada tahun 2020. Komitmen yang dicanangkan pada masa Keketuaan Indonesia pada APEC 2013 tersebut juga mendorong kerja APEC untuk meningkatkan mobilitas pelajar, peneliti, dan penyedia jasa pendididikan.
 
Pembangunan sumber daya manusia merupakan salah satu capaian penting Bogor Goals yang  dicanangkan pada 1994, saat Indonesia menjadi Ketua APEC. Ekonomi APEC meyakini bahwa sumber daya manusia berkualitas yang terbentuk melalui pendidikan dan pelatihan berdampak positif terhadap proses inovasi dan pertumbuhan ekonomi dan sosial.
 
Indonesia senantiasa berkontribusi aktif dalam memajukan kerja sama APEC di bidang pengembangan sumberdaya manusia, antara lain dalam sharing best practices di bidang promosi ketenagakerjaan dan kewirausahaan, mobilitas pekerja antar negara di kawasan, penyediaan kesempatan kerja sama dengan pihak swasta, serta membuka akses pendidikan. 



(FJR)