Erdogan Bertekad Munculkan kembali Hukuman Mati di Turki

Willy Haryono    •    Minggu, 19 Mar 2017 13:38 WIB
politik turki
Erdogan Bertekad Munculkan kembali Hukuman Mati di Turki
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dalam pidato di kota Canakkale, 18 Maret 2017. (Foto: AFP/YASIN BULBUL)

Metrotvnews.com, Ankara: Presiden Recep Tayyip Erdogan berharap parlemen Turki akan menyetujui usulan menerapkan kembali hukuman mati setelah berlangsungnya referendum pada April mendatang. 

Jika hukuman mati kembali muncul, kemungkinan besar harapan Turki untuk bergabung dengan Uni Eropa akan sirna. 

Referendum di Turki akan menentukan apakah kekuasaan seorang presiden diperluas atau tidak. 

"Saya yakin setelah (referendum) 16 April, parlemen akan melakukan apa yang perlu dilakukan untuk memenuhi permintaan kalian semua untuk hukuman mati," ucap Erdogan dalam pidato yang disiarkan di televisi dari kota Canakkale, seperti dikutip alaraby.co.uk.

Agar hukuman mati kembali diterapkan di Turki, rancangan undang-undang itu perlu ditandatangani kepala negara. Erdogan menegaskan dirinya akan menandatangani "tanpa ragu-ragu."

Pernyataan Erdogan terlontar dalam ketegangan Turki dengan Eropa, setelah Belanda dan Jerman menghalangi kedatangan dua menteri Ankara untuk mengisi acara kampanye jelang referendum. 

Erdogan mengecam larangan itu dan menyebut Belanda sebagai "sisa-sisa Nazi." Ia juga menuduh Kanselir Jerman Angela Merkel mendukung kelompok militan PKK. 

Turki menghapus hukuman mati pada 2004 sebagai bagian dari usaha bergabung dengan Uni Eropa. Blok Eropa menegaskan segala upaya untuk menerapkan hukuman mati dari Ankara akan memupuskan upaya masuk menjadi anggota. 

Belum pernah ada hukuman mati di Turki sejak 25 Oktober 1984, setelah pemimpin sayap kiri Hidir Aslan digantung akibat kudeta militer pada 1980. 

Setelah hukuman mati dilarang, kepala separatis Kurdi Abdullah Ocalan -- dan beberapa lainnya -- dijatuhi hukuman penjara seumur hidup di Turki.


(WIL)