Erdogan Nilai Pengucilan Qatar Melanggar Nilai-Nilai Islami

Willy Haryono    •    Rabu, 14 Jun 2017 12:06 WIB
kisruh qatar
Erdogan Nilai Pengucilan Qatar Melanggar Nilai-Nilai Islami
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Ankara: Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menilai pengucilan Qatar oleh sejumlah negara sebagai pelanggaran nilai-nilai Islami. 

Pernyataan Erdogan merupakan intervensi terkuat dari Turki, delapan hari setelah Arab Saudi dan beberapa negara Teluk memutus hubungan diplomatik dengan Qatar. 

Riyadh dan para sekutunya menuduh Doha telah mendukung sejumlah grup teroris dan berusaha menggoyang stabilitas Timur Tengah.

"Sebuah kesalahan fatal terjadi di Qatar; mengisolasi sebuah negara di semua area tidak manusiawi dan bertentangan dengan nilai-nilai Islami. Ibarat hukuman mati telah dijatuhkan kepada Qatar," tutur Erdogan di hadapan anggota Partai AKP di Ankara, seperti dikutip Middle East Monitor, Selasa 13 Juni 2017. 

"Qatar telah menunjukkan respons cepat bersama Turki terhadap organisasi teroris Daesh. Membuat Qatar menjadi korban melalui pengucilan ini tidak ada gunanya," lanjut dia, merujuk pada kelompok militan Islamic State (ISIS).

Pengucilan terhadap Qartar, negara kecil pengeksor minyak dan gas dengan total populasi 2,7 juta orang, telah mengganggu aktivitas impor makanan dan material lainnya. 

Ikhwanul Muslimin

Sejak kisruh diplomatik, Qatar telah berbicara dengan Iran dan Turki untuk mengamankan pasokan makanan dan air minum. 

Turki menjalin hubungan baik dengan Qatar dan juga beberapa negara Teluk lainnya. Kedua negara disebut-sebut mendukung Ikhwanul Muslimin di Mesir dan pemberontak yang berusaha menggulingkan Presiden Suriah Bashar al-Assad.

Menteri Luar Negeri Qatar Syekh Abdulrahman al-Thani mengaku hingga kini "tidak mengetahui" mengapa negara-negara Teluk memutuskan hubungan diplomatik. 

Ia membantah negaranya mendukung grup teroris, atau memiliki hubungan hangat dengan Iran yang merupakan rival Arab Saudi.  

Menlu Turki Mevlut Cavusoglu mengungkapkan bahwa Erdogan akan mendiskusikan kisruh diplomatik ini via telepon dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

 


(WIL)