Tim Polri Supervisi Wilayah Kerja Pasukan Indonesia di Sudan

   •    Kamis, 03 Aug 2017 19:57 WIB
pasukan perdamaian
Tim Polri Supervisi Wilayah Kerja Pasukan Indonesia di Sudan
Tim supervisi Polri di wilayah tugas pasukan perdamaian Indonesia di Sudan (Foto: Divhumas Polri).

Metrotvnews.com, Darfur: Tim Supervisi Mabes Polri melakukan pemeriksaan Wilayah tanggung jawab atau Area of Responsibility (AOR), yang akan menjadi wilayah tugas pasukan penjaga perdamaian asal Indonesia di Sudan.
 
Pasukan Formed Police Unit (FPU) 9 Indonesia ini bertugas di bawah payung United Nations Mission in Darfur (UNAMID), yang bertugas di Darfur, Sudan.
 
Pada Selasa 1 agustus 2017 KBP Ir Ari Laksmana Wijaya, KBP Agung Wicaksono, KBP Awi Setiyono, dan KBPMulyadi melaksanakan pengecekan dan peninjauan terhadap kesiapan pasukan Satgas Garuda Bhayangkara 2 FPU 9 Indonesia hari ketiga di Al-Fasher Darfur sudan. Pemeriksaan ini merupakan lanjutan dari kegiatan supervisi Mabes Polri yang dipimpin oleh Kadiv Hubinter Irjen Pol H. Saiful Maltha.
 
Pemeriksaan pertama dilakukan di wilayah pengamanan di Garuda Camp yang merupakan tempat tinggal kontingen Indonesia di El-Fasher. Perwakilan Divisi Hubungan Internasional (Divhubinter) Polri Kombespol Ary Laksmana memberikan peringatan agar FPU Indonesia tidak melakukan pelanggaran.
 
"Jangan pernah terbesit untuk melakukan pelanggaran sekecil apapun di daerah misi, sarana dan prasarana harus tetap dirawat dengan baik sehingga penggunaannya dapat berlangsung jangka panjang," ujar Kombespol Ary Laksamana, dalam keterangan tertulis Divhumas Polri, yang diterima Metrotvnews.com, Kamis 3 Agustus 2017.


Foto: Divhumas Polri
 
Setelah melakukan pengecekan terhadap situasi Garuda Camp, rombongan tim supervisi berkunjung ke Area Of Responsibility (AoR) pasukan FPU Indonesia di zona warden area El-Fasher. Kabagmitra Ropenmas Divhumas Polri Kombespol Awi Setyono mengimbau kepada seluruh anggota FPU di lapangan agar selalu mengedepankan dialog. 
 
"Tidak lupa diawali senyum salam sapa, karena kearifan yang dimiliki bangsa Indonesia tersebut yang membuat Satgas Garbha II FPU 9 menjadi dekat dan dicintai penduduk El Fasher Darfur Sudan," tutur Kombespol Awi. 
 
Kasat Empat Brimob Mabes Polri Kombespol Mulyadi memberi masukan kepada Satgas Garbha 2 FPU 9 Indonesia untuk selalu menjaga soliditas kesatuan. "Karena bila suatu pasukan tidak solid dalam hal apapun akan menimbulkan perpecahan dan akan berdampak pada kinerja di lapangan. Seluruh personel harus menghilangkan rasa ego masing-masing pribadi yang dapat mempengaruhi moral anggota," tegasnya.
 
Dalam peninjauan lokasi AoR tersebut tim supervisi Mabes Polri menanyakan hal-hal yang menjadi kendala utama anggota dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Cuaca ekstrem di El-Fahser menjadi kendala yang dialami oleh pasukan, seperti yang disampaikan oleh Wakasatgas FPU 9 Indonesia Kompol Arthur Sameaputty.
 
"Namun hal tersebut dapat diatasi oleh seluruh personel FPU 9 Indonesia dengan kunci utama yaitu selalu menjaga kestabilan fisik dengan sering berolahraga pada saat tidak melaksanakan kegiatan operasional," cetus lulusan akpol 2005 tersebut.
 
Secara umum seluruh informasi dan data yang dihimpun dapat diperoleh dengan baik dalam kegiatan supervisi ini yang berlangsung selama tiga hari. 
 
"Kami sangat terkesan dan bangga dengan kehadiran Satgas Garbha 2 FPU 9 Indonesia yang terlibat dalam misi UNAMID PBB di El-Fasher, Sudan yang telah berlangsung sekitar 7 bulan," pungkas perwakilan Itwasum Polri, Kombespol Agung Wicaksono. 
 
Menurut Kombespol Agung, FPU 9 adalah pasukan terbaik dalam misi UNAMID, hal ini disebabkan Mabes Polri telah mengirimkan ribuan personel terbaik polri sejak 2008 untuk mengambil bagian dalam menjaga perdamaian dunia di tanah Afrika.



(FJR)