Kemenlu Perkenalkan Kawasan Afrika Melalui Kopi

Marcheilla Ariesta    •    Rabu, 10 Jan 2018 19:51 WIB
indonesia-afrika
Kemenlu Perkenalkan Kawasan Afrika Melalui Kopi
Kopi Ethiopia yang merupakan cikal bakal dari kopi Arabia yang kita kenal sekarang. (Foto:Medcom.id/Marcheilla)

Jakarta: Hubungan antara Indonesia dan Afrika ternyata sudah terjalin sejak lama. Salah satu bukti hubungan menguntungkan dengan Afrika adalah kopi. 

Indonesia merupakan negara keempat terbesar pengekspor kopi dengan total 6.891.000 kantong per tahunnya.

Direktur Afrika Kementerian Luar Negeri Daniel Tumpal Simanjuntak menuturkan ide sederhana untuk memperkenalkan Afrika kepada masyarakat Indonesia kepada Afrika adalah dengan melalui kopi.

"Dari kopi ini ada kepentingan ekonomi dan budaya yang bersinergi," ucapnya saat ditemui di sela African Hours dalam Pekan PPTM 2018, di Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Rabu 10 Januari 2018.

"Kita juga campur kopi kita pake beberapa rasa dari beberapa negara, termasuk dari Benua Afrika," lanjut dia.

Dalam African Hours ini, disuguhkan pula kopi Ethiopia yang  merupakan cikal bakal dari kopi Arabia yang kita kenal sekarang. Di Indonesia sendiri, kopi dibawa oleh Pemerintah Belanda dari Malabar, sebuah kota di India, ke Indonesia, lewat Pulau Jawa.

Pada 1707, Gubernur Van Hoorn mendistribusikan biji kopi ke Batavia (Jakarta), Cirebon, dan wilayah Priangan, serta ke berbagai wilayah di utara Pulau Jawa. 

Indonesia telah dikenal sebagai salah satu pengekspor kopi  terbesar di dunia, sejak 1900 hingga sekarang. Tak hanya itu, kualitas kopi Indonesia dibilang salah satu yang terbaik di dunia.

Pada Oktober 2017, Presiden Joko Widodo bertemu dengan asosiasi kopi lewat acara 'Ngopi Sore Bersama Presiden' di Istana Bogor. Dalam kesempatan itu, presiden berkomitmen akan membawa Indonesia sebagai produser kopi tertinggi di dunia.





(WAH)

Myanmar Sepakat Terima 1.500 Rohingya Setiap Pekan

Myanmar Sepakat Terima 1.500 Rohingya Setiap Pekan

22 hours Ago

Myanmar menyanggupi akan menyediakan tempat penampungan sementara bagi Rohingya yang kembali.

BERITA LAINNYA