Menlu Jerman Komentari Isu PM Lebanon, Arab Saudi Tarik Dubes dari Berlin

Fajar Nugraha    •    Sabtu, 18 Nov 2017 13:02 WIB
konflik lebanonarab saudijerman
Menlu Jerman Komentari Isu PM Lebanon, Arab Saudi Tarik Dubes dari Berlin
PM Lebanon Saad Hariri selama ini dituduh ditahan di Arab Saudi (Foto: AFP).

Riyadh: Arab Suadi memanggil pulang duta besar di Berlin, Jerman sebagai protes dari komentar yang dikeluarkan oleh Menteri Luar Negeri Jerman Sigmar Gabriel.

Menlu Gabriel menyebut bahwa Perdana Menteri Lebanon Saad Hariri telah ditahan oleh pihak Arab Saudi. Padahal Arab Saudi sudah beberapa kali mengeluarkan bantahan terkait tuduhan tersebut.

(Baca: PM Lebanon Bertolak ke Prancis Penuhi Undangan Presiden Macron).

Sementara, Hariri sendiri sudah dalam perjalanan menuju Prancis pada Sabtu 18 November. Dua pekan lalu, Hariri mengumumkan pengunduran diri melalui televisi ketika berada di Lebanon. Saat itu Hariri pergi dari Lebanon karena merasa khawatir dengan nyawanya.

Melihat kondisi tersebut, Menlu Gabriel mengaku khawatir atas ancaman ketidakstabilan dan pertumpahan darah yang bisa saja terjadi di Lebanon. Tanpa menyebutkan Arab Saudi secara langsung, Gabriel memperingatkan sikap ambil untung di balik krisis Lebanon.

Sebelumnya Gabriel menyebutkan bahwa "Lebanon berhak untuk memutuskan nasibnya sendiri dan tidak boleh menjadi alat dari Suriah atau Arab Saudi ataupun kepentingan negara lain".

Ucapan Menlu Gabriel ini ditangkapi serius oleh pihak Arab Saudi. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Arab Saudi mengomentari ucapan Menlu Gabriel tersebut.

"Pernyataan ini sangat berbahaya, berdasarkan informasi salah dan tidak membantu upaya kestabilan di kawasan," ujar pihak Jubir Kemenlu Arab Saudi, kepada SPA, seperti dikutip AFP, Sabtu 18 November 2017.

"Apa yang diucapkan sudah menganggu Arab Saudi, yang menganggapnya bukan sebagai bentuk ucapan bersahabat dari Pemerintah Jerman. Selama ini, Jerman menjadi rekan yang dapat diandalkan oleh Arab Saudi dalam perang melawan terorisme dan menciptakan perdamaian di kawasan," tuturnya.

PM Saad al-Hariri saat ini sudah meninggalkan Riyadh, ibu kota Arab Saudi untuk memenuhi undangan Presiden Prancis Emmanuel Macron. Kepergiannya ke Paris juga untuk meredakan rumor di mana dia dirasa disandera oleh pihak Arab Saudi.


(FJR)