Wapres Zimbabwe Mengaku telah Diracun Seseorang

Arpan Rahman    •    Sabtu, 07 Oct 2017 16:04 WIB
zimbabwe
Wapres Zimbabwe Mengaku telah Diracun Seseorang
Wapres Zimbabwe Emmerson Mnangagwa di Harare, 7 Januari 2017. (Foto: AFP/JEKESAI NJIKIZANA)

Metrotvnews.com, Harare: Wakil Presiden Zimbabwe Emmerson Mnangagwa mengaku pernah diracun dan dirawat di rumah sakit pada Agustus lalu. Pernyataannya menaikkan suhu politik Zimbabwe dalam pertarungan menggantikan Presiden Robert Mugabe yang sudah berusia 93 tahun.

Mnangagwa, mantan kepala intelijen yang dijuluki "Buaya," adalah kandidat utama pengganti Mugabe. Mugabe adalah satu-satunya pemimpin Zimbabwe yang dikenal sejak kemerdekaan pada 1980.

Sang wapres tidak menyebut nama pelaku yang mencoba membunuhnya dengan racun. Saingan utama Mnangagwa, Ibu Negara Grace Mugabe, dengan cepat membantah dirinya terlibat dengan klaim racun Mnangagwa.

Beberapa jam sebelumnya, Grace Mugabe mengatakan dalam pertemuan publik di sebuah hotel pada Kamis malam bahwa Mnangagwa dan sekutunya merencanakan pemadaman listrik yang dapat dikategorikan sebagai kudeta.

Mnangagwa diterbangkan ke Johannesburg lantaran jatuh sakit pada Agustus. Dalam sebuah konferensi pers pada Kamis malam yang terbuka hanya untuk media pemerintah, dia mengatakan bahwa para dokter sudah menyimpulkan racun adalah penyebab utama penyakitnya. Dokter meyakini racun itu bukan sesuatu yang alami dari makanan.

"Dokter yang merawat saya mengesampingkan keracunan makanan. Namun dia memastikan bahwa keracunan telah terjadi dan penyelidikan sedang berlangsung," kata Mnangagwa, seperti dikutip enca.com, Jumat 6 Oktober 2017, tanpa memberikan detil lebih lanjut.

Menjadi wapres pada 2014, Mnangagwa yang berusia 75 tahun menempatkan dirinya di barisan depan untuk menggantikan Mugabe.

Namun selama 18 bulan terakhir, dia mendapat tentangan keras dari Grace dan sebuah faksi dari partai berkuasa yang mendukung Ibu Negara.


(WIL)