Kanada Sumbang Dana untuk Lindungi Pekerja Migran ASEAN

Sonya Michaella    •    Selasa, 20 Sep 2016 19:23 WIB
kejahatan kanada
Kanada Sumbang Dana untuk Lindungi Pekerja Migran ASEAN
Pemerintahan PM Kanada Justrin Trudeau beri bantuan untuk pekerja migran di ASEAN (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Jakarta: Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau mengumumkan proyek senilai USD5,5 juta untuk melindungi pekerja migran di kawasan ASEAN.
 
Proyek bantuan tersebut diumumkan Trudeau saat menghadiri Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa ke-71 (UNGA) di New York, Amerika Serikat.
 
"Kanada akan bekerja dengan Organisasi Buruh Dunia (ILO) dalam bentuk kemitraan untuk mendukung upaya-upaya regional ASEAN yang ditujukan pada perkuatan kebijakan-kebijakan yang membela pekerja migran, terutama perempuan," jelas Trudeau, seperti keterangan tertulis dari Kedutaan Besar Kanada di Indonesia yang diterima Metrotvnews.com, Selasa (20/9/2016).
 
Proyek tersebut juga akan memastikan bahwa pekerja migran memperoleh manfaat ekonomi dan sosial yang adil dan wajar, dan membantu meningkatkan mobilitas kerja di seluruh ASEAN.
 
Hasil yang diharapkan termasuk kerangka tata kelola migrasi tenaga kerja yang selaras di kawasan ASEAN yang memaksimalkan perlindungan pekerja migran.
 
Ia menjelaskan juga, terutama perempuan pekerja migran, dan kontribusi mereka terhadap pertumbuhan yang merata dan inklusif di kawasan tersebut juga harus dimaksimalkan.
 
ILO mempunyai mandat dan tanggung jawab global untuk membuat standar internasional tenaga kerja dan hubungan kerja, serta telah diberi mandat oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk melindungi hak semua pekerja, termasuk tenaga kerja migran.
 
ILO telah menggunakan struktur tripartit yang menghasilkan solusi bersama dengan pemerintah, organisasi pengusaha dan pekerja.
 
ASEAN adalah kawasan dinamis dengan 633 juta penduduk dan 300 juta pekerja, dan PDB gabungan lebih dari USD2,4 triliun.
 
Selama lebih dari 10 tahun, Kanada telah memainkan peran utama dalam mendorong dan melindungi hak-hak asasi manusia untuk perempuan di ASEAN dengan mendukung badan-badan hak-hak asasi manusia regional, peran serta perempuan dalam masyarakat madani dan pelaksanaan Konvensi PBB mengenai Penghapusan semua Bentuk Diskriminasi Terhadap Perempuan.
 
Pada 2013, terdapat sekitar 6.5 juta warga negara ASEAN yang bermigrasi ke negara-negara lain di lingkungan ASEAN untuk bekerja, dan perempuan pekerja menempati 47,8 persen dari seluruh jumlah migran.



(FJR)