Israel Hadang Kapal Berpenumpang Aktivis Pendukung Palestina

Fajar Nugraha    •    Kamis, 06 Oct 2016 10:24 WIB
palestina israel
Israel Hadang Kapal Berpenumpang Aktivis Pendukung Palestina
Kapal aktivis yang mencoba menembus Gaza (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Gaza: Angkatan Laut Israel melakukan penghadangan terhadap sebuah kapal yang berpenumpang aktivis Palestina. Kapal itu diketahui berupaya untuk membuka blokade Israel terhadap wilayah Gaza.
 
Insiden terjadi di tengah pertempuran baru di Perbatasan Gaza, ketika Israel melancarkan serangan udara ke wilayah Palestina itu. Israel berdalih, serangan udara dilakukan sebagai aksi balas dendam terhadap serangan roket yang datang dari Palestina mengarah ke wilayah Israel.
 
Adapun kapal yang berupaya untuk membobol blokade laut di wilayah Gaza, sudah dikawal ke tepian. Militer Israel menegaskan bahwa pengadangan berlangsung singkat dan tidak ada korban sama sekali. 
 
Kapal aktivis diketahui disponsori oleh kelompok Freedom Flotilla Coalition. Mereka adalah kelompok pro-Palestina yang sebagian besar berbasis di Eropa.
 
Menggunakan bendera Belanda, kapal tersebut dipenuhi oleh 13 aktivis perempuan dari berbagai negara. Peraih Nobel Perdamaian asal Irlandia, Mairead Maguire memimpin kapal aktivis tersebut.
 
Sosok lain yang berada di kapal itu termasuk seorang pensiunan kolonel dari Amerika Serikat dan mantan atlet olimpiade Afrika Selatan. Mereka berlayar bersama perempuan lain dari Inggris, Swedia, Rusia dan Malaysia.
 
Menurut keterangan salah satu koordinator dari flotilla ini, Zaher Darwish, kapal itu dihadang sekitar 64 kilometer mendekati Gaza. Darwish menegaskan tujuannya hanya bersifat simbolik, demi menarik perhatian dunia agar Israel menarik blokade laut di Gaza yang dianggap ilegal.
 
"Manusia punya hak untuk bergerak. Kami punya hak untuk bergerak," tegas Darwish, seperti dikutip Independent, Kamis (6/10/2016).
 
"Kami ingin menggugah hati nurani dari banyak orang dan hati nurani pemerintah. Mereka harus bertindak dan menegaskan sikap tidak terima atas situasi ini," lanjutnya.
 
Bersama dengan Mesir, Israel menerapkan blokade terhadap Gaza setelah Hamas meraih kekuasaan pada 2007 silam. Blokade itu mempersulit kehidupan warga Gaza yang sudah menjalani perekonomian yang sulit.
 
Hingga kini lebih dari 40 persen warga Gaza tidak memiliki pekerjaan. Blokade yang terjadi membuat Gaza makin lumpuh, bahkan warga setempat tidak bisa bepergian keluar wilayah mereka untuk mencari pekerjaan, belajar ataupun hanya melakukan kunjungan biasa keluar negeri.


Serangan udara Israel ke Gaza (Foto: AFP)
 
Israel mengatakan bahwa pelarangan ini diperlukan untuk mencegah Hamas mengimpor senjata. Negara Yahudi itu pun menambahkan bahwa mereka sudah memperlonggar blokade dengan memperbolehkan lebih banyak barang bantuan kemanusian masuk ke Gaza.
 
Sementara untuk penghadangan kapal aktivis itu, militer Israel menyatakan bahwa mereka terpaksa mengambil tindakan tegas. Tindakan ini diambil setelah upaya diplomatik tidak bisa menghasilkan kesepakatan.
 
Ditambahkan, pasukan Israel memerintahkan kapal itu untuk mengubah rutenya tetapi ditolak. Pasukan akhirnya naik ke atas kapal dan melakukan pemeriksaan. Proses pemeriksaan sendiri, klaim pihak Israel dilakukan oleh prajurit perempuan dan laki-laki serta menegaskan penggeladahan tidak bisa dihindari.
 
"Kapal tersebut akhirnya dikawal menuju Pelabuhan Ashdod," tegas pihak militer Israel, tanpa menjelaskan apa yang akan dialami oleh para aktivis yang berada di kapal itu.
 
Penggerebekan yang terjadi saat ini kontras dengan peristiwa 2010 silam. Saat itu prajurit Angkatan Laut Israel terlibat konfrontasi dengan aktivis yang menumpang kapal Turki. 10 aktivis Turki,-salah satu di antaranya juga memegang kewarganegaraan Amerika Serikat- tewas dalam bentrokan berdarah di atas kapal.
 
Insiden tersebut menjadi pemicu ketegangan diplomatik antara Israel dan Turki selama enam tahun. Hubungan kedua negara akhirnya pulih pada tahun ini, setelah disetujuinya kesepakatan yang termasuk permintaan maaf dari Israel dan kesediaan Turki untuk memperkecil ruang gerak dari Hamas yang berada di wilayahnya.
 
Ketegangan di Perbatasan Gaza sendiri kembali pecah pada Rabu 5 Oktober, usai roket dari Gaza menghantam Kota Sderot di Israel. Tidak ada korban dalam kejadian ini, namun Israel melancarkan serangan udara balasan ke kantung pertahanan Hamas di gaza.

(FJR)

Hasil Referendum Italia dan Hubungannya dengan Uni Eropa

Hasil Referendum Italia dan Hubungannya dengan Uni Eropa

1 day Ago

Perdana Menteri Italia Metteo Renzi mundur dari jabatannya setelah gagal menang dalam referendum…

BERITA LAINNYA