Senegal Ajak Indonesia Bantu Pengolahan Pohon Aren

Sonya Michaella    •    Selasa, 13 Feb 2018 07:59 WIB
indonesia-senegal
Senegal Ajak Indonesia Bantu Pengolahan Pohon Aren
Senegal ajak Indonesia untuk mengolah pohon aren. (Foto: Dok. KBRI Dakar)

Dakar: Senegal mengajak Indonesia ikut serta dalam bidang pengolahan pohon aren, dengan alasan saat ini, Senegal sangat membutuhkan dan tepat guna untuk diterapkan di negara tersebut.

Di mata Senegal, Indonesia merupakan sebuah model pembangunan khususnya dalam hal penelitian produk kehutanan dan pertanian.

Duta Besar RI untuk Senegal, Masyur Pangeran, menyambut baik ajakan Senegal tersebut rencana kerja sama tersebut dan mengajak kepada FONSIS untuk segera merealisasikan kunjungan ke Kabupaten Boalemo.

Hal ini diungkapkan Dubes Mansyur ketika mendampingi pertemuan antara M. Amar Ma’ruf, wakil dari kantor KUKPTTOKI dengan pimpinan FONSIS (Fond Sovereign Senegal) di Dakar pada awal pekan ini.
 
"Senegal patut diberikan perhatian untuk menerima best practices atau yang biasa dikenal dengan program reverse linkage (pertukaran model terbaik) terkait pengolahan pohon aren," kata Amar, seperti keterangan tertulis dari KBRI Dakar kepada Medcom.id, Selasa 13 Februari 2018.

Dengan adanya reverse linkage diharapkan dapat memperkaya rujukan dan penerapan aplikasi teknologi tepat guna bagi Senegal.

 Sebagai tindak lanjutnya, FONSIS akan berkunjung ke Provinsi Gorontalo dan Kabupaten Boalemo untuk menjajaki kerja sama tersebut. Diindikasikan oleh pimpinan FONSIS kunjungan akan dilakukan pada bulan April sebelum pelaksanaan Indonesia-Africa Forum 2018. 

"FONSIS diharapkan dapat memfasilitasi kerja sama antara Provinsi Ziguinchor dan Kabupaten Boalemo-Gorontalo agar kedua negara sama-sama dapat merasakan manfaat dan keuntungan dari kerja sama ini," tambah Dubes Mansyur. 

 Dikabarkan FONSIS memiliki aset modal mencapai USD1 miliar. Tumbuhnya lembaga-lembaga pendanaan nasional seperti FONSIS yang berkiprah di bidang investasi sektor unggulan, seperti pertanian, energi dan pertambangan diyakini dapat mendorong sekaligus membuka peluang kegiatan ekonomi dan pemberdayaan masyarakat.


(WIL)