Delapan Orang Tewas dalam Unjuk Rasa di DR Kongo

Willy Haryono    •    Senin, 01 Jan 2018 15:23 WIB
dr kongo
Delapan Orang Tewas dalam Unjuk Rasa di DR Kongo
Ratusan orang berunjuk rasa di Kinshasa, DR Kongo, 31 Desember 2017, untuk menuntut Presiden Joseph Kabila mundur dari jabatannya. (Foto: AFP/JOHN WESSELS)

Kinshasa: Delapan orang tewas dan sekitar 100 lainnya ditangkap dalam unjuk rasa menentang kekuasaan Presiden Joseph Kabila di Republik Demokratik Kongo, Minggu 31 Desember 2017. 

Menurut keterangan seorang sumber dari Perserikatan Bangsa-Bangsa, seperti dikutip AFP, 82 orang termasuk dua pendeta ditahan petugas keamanan di Kinshasa. 

Sementara 41 orang dilaporkan ditahan di beberapa tempat di DR Kongo. 

Kabila, yang didesak pedemo agar dia tidak melanjutkan kepemimpinannya ke periode ketiga, sudah berkuasa di DR Kongo sejak 2001. Ketika itu, dia menggantikan ayahnya yang meninggal dunia, Laurent Kabila.

Dia sempat menolak mundur pada akhir masa jabatan kedua dan terakhirnya pada Desember 2016.

Penolakan itu memicu protes dan bentrokan berdarah. Pemerintah pun merespons dengan melarang demonstrasi sejak September 2016. Namun beberapa orang tetap berunjuk rasa, kendati banyak yang berakhir dengan pertumpahan darah.

DR Kongo belum pernah mengalami transisi kekuasaan yang damai sejak merdeka dari Belgia pada 1960.

Setelah ditunda beberapa kali, pemilu di DR Kongo dijadwalkan berlangsung 23 Desember tahun depan. 


(WIL)

Myanmar Sepakat Terima 1.500 Rohingya Setiap Pekan

Myanmar Sepakat Terima 1.500 Rohingya Setiap Pekan

4 hours Ago

Myanmar menyanggupi akan menyediakan tempat penampungan sementara bagi Rohingya yang kembali.

BERITA LAINNYA