30 Ribu Warga Nigeria Kabur dari Boko Haram

Arpan Rahman    •    Rabu, 30 Jan 2019 19:03 WIB
boko haramnigeria
30 Ribu Warga Nigeria Kabur dari Boko Haram
Seorang wanita telantar berada di kota Rann, Nigeria, 29 Juli 2017. (Foto: STEFAN HEUNIS/AFP/GETTY IMAGES)

Rann: Sekitar 30 ribu orang melarikan diri dari sebuah kota di Nigeria untuk menghindari aksi kekerasan kelompok militan Boko Haram yang meningkat sepanjang akhir pekan kemarin. Peristiwa kaburnya puluhan ribu warga itu terjadi di kota perbatasan Rann.

"Lebih dari 250 ribu pria, wanita dan anak-anak sudah meninggalkan Nigeria di wilayah timur laut. Meningkatnya serangan militan hanya membuat ribuan warga lain melarikan diri pada setiap harinya," kata Agensi Pengungsian Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNHCR).

Seperti dilansir dari laman CBS News, Rabu 30 Januari 2019, warga di perbatasan Nigeria itu mulai mengungsi ke Kamerun dalam beberapa pekan terakhir usai Boko Haram menguasai Rann. Menurut data Amnesty International, Rann adalah kota yang digunakan sempat tempat menampung orang-orang terdampak kekerasan Boko Haram.

Selain ke Kamerun, ribuan warga Nigeria juga dilaporkan kabur ke arah Chad.

UNHCR mengaku membutuhkan USD848 juta (setara Rp12 triliun) untuk menghadirkan berbagai kebutuhan pokok seperti air bersih dan tempat perlindungan bagi warga Nigeria yang masuk kategori rentan.

Baca: Boko Haram Serang Empat Desa Nigeria, 15 Tewas

Selain itu, UNHCR juga membutuhkan USD135 juta (setara Rp1,9 triliun) untuk membantu sekitar 2,4 juta warga Nigeria yang telantar di sepanjang wilayah Lake Chad Basin.

"Meski militer Nigeria sudah menguasai kembali beberapa daerah, warga di Nigeria, Kamerun dan Chad serta Niger masih terkena dampak pelanggaran hak asasi manusia, pelecehan seksual, perekrutan paksa dan pengeboman bunuh diri," sebut UNHCR.

Direktur Amnesty Internasional cabang Nigeria mengatakan bahwa situasi di Rann memperlihatkan "betapa rentannya warga telantar di Nigeria, sehingga perlu ada upaya lebih untuk membantu mereka semua."

Pemberontakan Boko Haram di Nigeria telah dimulai sejak 2009.


(WIL)