25 Tahun Hubungan Diplomatik, RI-Armenia Sepakat Pererat Kerja Sama

Marcheilla Ariesta    •    Selasa, 12 Sep 2017 08:34 WIB
indonesia-armenia
25 Tahun Hubungan Diplomatik, RI-Armenia Sepakat Pererat Kerja Sama
Dirjen Amerop Kemenlu RI, Mohammad Anshor bersama Duta Besar RI untuk Armenia, Yuddy Chrisnandy. (Foto: Dok. KBRI Kiev)

Metrotvnews.com, Yerevan: Hubungan bilateral Indonesia dan Armenia semakin kuat, baik di bidang ekonomi, politik, dan sosial budaya. Eratnya hubungan kedua negara, Armenia berharap Indonesia membuka perwakilan diplomatiknya di Yerevan, ibu kota Armenia.

Wakil Menteri Luar Negeri Armenia, Armen Pakpiyan, dalam pidatonya meminta hal tersebut kepada Duta Besar Indonesia untuk Ukraina, Georgia dan Armenia Yuddy Chrisnandi dan Direktur Jenderal Amerika dan Eropa Muhammad Anshor. Pasalnya, Indonesia dianggap salah satu negara penting oleh Armenia dan mereka sudah membuka perwakilan diplomatiknya di Jakarta.

"Kehadiran Kedutaan Armenia di Jakarta menunjukkan betapa pentingnya peranan Indonesia di internasional, khususnya bagi Armenia dan mengharapkan Indonesia akan membuka perwakilan diplomatiknya di Yerevan," seru Pakpiyan seperti dikutip dari keterangan tertulis KBRI Kyiv yang diterima Metrotvnews.com, Selasa 12 September 2017.

Pakpiyan menegaskan hubungan kedua negara telah terjalin sejak lama dan ini merupakan fondasi kuat dalam pengembangan kerja sama Indonesia-Armenia. Hubungan diplomatik kedua negara ini telah berlangsung selama 25 tahun, dan pada 22 September mendatang merupakan peringatan tahun perak kerja sama Indonesia-Armenia.

Selain Wamenlu Armenia, hadir pula Wakil Ketua Parlemen Armenia, Mikayel Melkumyan, Dirjen Asia Pasifik dan Afrika, Areg Hovhannisyan, Dirjen Organisasi Internasional Dr. Varduhi Asaturian, Dubes Armenia untuk Indonesia, KADIN Yerevan, para Duta Besar Negara-negara sahabat, kalangan pers, organisasi internasional, para Konsul Kehormatan , WNI di Armenia serta Friends of Indonesia.

Dubes Yuddy menuturkan hubungan bilateral Indonesia dan Armenia yang memasuki usia ke-25, telah berjalan baik, bersahabat dan semakin kuat serta dekat dari tahun ke tahun.

"Kedua negara memiliki banyak persamaan seperti banyaknya peninggalan bersejarah dan situs arkeologi, warisan seni budaya serta merupakan pusat pariwisata sehingga kesamaan ini dapat diolah dan dikembangkan dalam upaya people to people contact," tukas Yuddy.

Diharapkan dengan landasan hubungan yang cukup kuat akan meningkatkan peluang kerja sama bilateral di berbagai bidang di masa yang akan datang. Dalam akhir sambutannya, Dubes RI di Kyiv ini mengucapkan selamat hari Kemerdekaan Armenia yang jatuh pada 21 September mendatang.

Sementara Dirjen Amerop dalam sambutan singkatnya menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Kementerian Luar Negeri Armenia atas segenap dukungan untuk kesuksesan penyelenggaraan Forum Konsultasi Bilateral (FKB). Diharapkan pertemuan ini akan mendorong momentum peningkatan kerjasama yang produktif, dan bersahabat antar kedua negara.

"Kedua pihak akan terus mendorong terjalinnya konektifitas para pelaku usaha/bisnis, people to people contact, dan interaksi stake holders di bidang kerja sama masing-masing secara lebih nyata dan berdampak langsung pada kerjasama bilateral kedua negara, seperti kunjungan pelaku bisnis kedua negara, penyusunan diikuti pelaksanaan progam kerja sama antar universitas atau lembaga pendidikan, dan penyelesaian isu-isu pending yang berdampak pada efektifitas implementasi kerja sama bilateral," sambungnya.

Acara resepsi dimeriahkan penampilan tradisional Sonteng Sunda yang dibawakan oleh staf KBRI Kyiv dan disajikan makanan khas Indonesia serta pemutaran video promosi pariwisata.

Hubungan Indonesia-Armenia bermula sejak penandatanganan Komunike Bersama di Moskow pada 22 September 1992. Untuk pertama kalinya, FKB Indonesia-Armenia dilakukan dan berlangsung di Yerevan, Armenia, 7 September 2017 lalu.

FKB yang membahas perkembangan bilateral kedua negara dipimpin bersama oleh Direktur Jenderal Amerika dan Eropa, Muhammad Anshor dan Delegasi Armenia yang dipimpin Deputi Menteri Luar Negeri Armenia, Armen Papikyan. Dalam kesempatan ini, pihak Indonesia menyampaikan surat resmi Menlu RI kepada Menlu Armenia mengenai ucapan selamat peringatan hubungan diplomatik tersebut.

FKB menyadari pentingnya potensi kerja sama yang patut dikembangkan dan kerja sama yang telah terjalin erat selama seperempat abad. FKB juga mencatat kerja sama di forum multilateral yang sudah berjalan baik dan penguatan people to people contacts yang diperlukan ke depan.

FKB juga menggarisbawahi perlunya peran “Friendship Group on Indonesia” pada parlemen Armenia, pengiriman misi bisnis dan kerja sama antar KADIN kedua negara, pertukaran siswa di bidang sosial budaya serta kerja sama pendidikan dan pelatihan diplomatik. Indonesia menawarkan partisipasi diplomat Armenia pada Pusat Pendidikan dan Pelatihan Diplomatik Kemlu untuk periode tahun 2018, dan mengundang Armenia untuk hadir pada Trade Expo Indonesia (TEI) 2017.

KBRI Kyiv yang membawahi akreditasi negara Armenia dan Kemenlu RI juga sedang mempersiapkan road show pebisnis Indonesia ke Armenia pada Mei 2018, disamping ke Georgia dan Ukraina.

Dalam FKB ini, kedua pihak juga membahas perkembangan isu domestik kedua negara dan dinamika isu regional serta global yang menjadi perhatian bersama, di antaranya peace keeping operations, counter terrorism dan FTF, perkembangan di Timur Tengah, Semenanjung Korea dan peran Indonesia dalam penanganan  masalah pengungsi Rohingya. Kedua negara juga menyadari perlunya mencari terobosan baru bagi kerja sama pasca Peringatan 25 tahun ini.

Pada kesempatan ini, Indonesia juga meminta dukungan Armenia guna mempercepat proses negosiasi perdagangan RI-Eurasia Economic Union (EAEU) yang saat ini masih menunggu konfirmasi untuk tahapan Joint Feasibility Study pada akhir tahun ini. Pihak Kemlu Armenia berjanji akan menyampaikan hal ini kepada Sekretariat EAEU dimana Armenia menjadi salah satu negara anggotanya.

Kedua pihak sepakat FKB kedua akan diadakan di Indonesia pada 2018. FKB ini merupakan implementasi dari Nota Kesepahaman (MoU) Pembentukan Forum Konsultasi Bilateral yang ditandatangani pada Juli 2006 dan MoU tentang Kerja Sama Saling Menguntungkan antara Kemlu kedua negara yang ditandatangani pada 1 November 2016.


(WIL)

Etnis Rohingya Masih Diperlakukan tak Adil

Etnis Rohingya Masih Diperlakukan tak Adil

9 hours Ago

Jika Pemerintah Myanmar ternyata tidak konkret dalam menjalankan usulan Pemerintah Indonesia, pihaknya…

BERITA LAINNYA