Dubes RI Ingatkan Mahasiswa WNI di Mesir Jangan Salah Pilih Guru

Sonya Michaella    •    Rabu, 13 Sep 2017 09:58 WIB
indonesia-mesir
Dubes RI Ingatkan Mahasiswa WNI di Mesir Jangan Salah Pilih Guru
Duta Besar RI untuk Mesir, Helmy Fauzy saat peresmian asrama mahasiswa Indonesia (Foto: Dok. KBRI Kairo).

Metrotvnews.com, Kairo: Asrama mahasiswa Indonesia di Universitas Al-Azhar, Mesir, kini mulai beroperasi dan digunakan. Dalam hal ini, KBRI Kairo bekerja sama dengan pihak universitas untuk berusaha memenuhi setiap kebutuhan mahasiswa Indonesia.
 
"Pesan saya, agar kalian (para mahasiswa) tidak mencari guru di luar yang direkomendasikan oleh Al-Azhar, karena jika salah memilih guru, bisa-bisa terjebak kepada aliran yang justru menyimpang dari ajaran Islam yang benar," kata Duta Besar RI untuk Mesir, Helmy Fauzy kepada rombongan kloter pertama mahasiswa Indonesia.
 
"Al-Azhar sudah banyak memberikan kemudahan kepada kita mahasiswa Indonesia dan Grand Sheikh Al-Azhar Prof. Dr. Ahmad Tayeb memberikan perhatian yang sangat serius kepada mahasiswa Indonesia, karena beliau berharap Anda sekalian nantinya akan menjadi duta-duta Al-Azhar yang menyebarkan ajaran Islam yang moderat dan toleran di tanah air kita," lanjut dia, seperti keterangan tertulis dari KBRI Kairo yang diterima Metrotvnews.com, Rabu 13 September 2017.
 
Selain sebagai upaya untuk menghindarkan mahasiswa Indonesia dari pengaruh pemikiran radikal dan pemahaman Islam yang menyimpang, Dubes Helmy juga mengatakan bahwa keberadaan asrama akan menjaga keamanan fisik dan hak milik mahasiswa, karena seperti diketahui bahwa kondisi keamanan di Mesir saat ini masih belum kondusif.
 
"Semua mahasiswa Indonesia di Mesir harus menaati peraturan yang berlaku di negara ini, agar tak terjadi sesuatu yang tak diinginkan," ungkap dia lagi.
 
Tak hanya disambut Dubes Helmy, para mahasiswa Indonesia ini juga disambut oleh Penasehat Grand Sheikh Al-Azhar, Duta Besar Abdel Rahman Musa, Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Cairo, Dr. Usman Syihab, MA, Kepala Lembaga Asrama Mahasiswa Asing Al-Azhar, Brigjen Ismail, dan Kepala Kantor Urusan Mahasiswa Asing Al-Azhar, Prof. Dr. Said.
 
Dubes Musa dalam sambutannya mewakili Grand Sheikh Al-Azhar antara lain menyampaikan bahwa Grand Sheikh Al-Azhar sangat perhatian kepada mahasiswa asing, khususnya mahasiswa Indonesia, karena mahasiswa Indonesia dikenal sangat disiplin, sopan, rajin dan senang terhadap ilmu pengetahuan.
 
Ia juga menambahkan bahwa Al-Azhar tidak ingin putra-putrinya belajar dan mencari tambahan ilmu di tempat yang orientasinya berbeda dengan Al-Azhar.
 
“Dilarang keras pergi ke tempat lain untuk mencari tambahan ilmu dari sebuah lembaga atau instansi yang secara manhaj dan prinsip berbeda dengan Al-Azhar. Al Azhar bersama KBRI Kairo akan selalu berusaha membantu kalian untuk mengikuti proses belajar mengajar dan pendidikan di Al-Azhar ini agar berhasil dengan baik," tambahnya.
 
Asrama mahasiswa Indonesia di kampus Universitas Al-Azhar mulai digagas oleh Wakil Menteri Luar Negeri RI AM Fachir dalam sebuah Lokakarya Dukungan terhadap Peningkatan Prestasi Mahasiswa Indonesia pada April tahun 2008 yang dihadiri oleh seluruh stake-holder dari Indonesia dan Mesir. 
 
Pembangunan komplek asrama yang terdiri atas 4 gedung asrama dan satu dapur umum yang rampung pada akhir tahun 2015. Pada awal 2016 telah diadakan upacara penyerahan hibah berupa gedung asrama dari Pemerintah RI yang diwakili oleh Duta Besar RI Kairo kepada Al-Azhar yang diwakili oleh Deputy Grand Sheikh Al-Azhar.
 
Pada awal tahun akademik 2017/2018 ini, asrama yang berkapasitas 1.200 orang tersebut mulai dihuni oleh 900 mahasiswa Indonesia dan 300 mahasiswa Mesir. 



(FJR)