Qatar Tegaskan Kisruh Diplomatik Hanya Bisa Diselesaikan dengan Dialog

Willy Haryono    •    Rabu, 05 Jul 2017 22:32 WIB
kisruh qatar
Qatar Tegaskan Kisruh Diplomatik Hanya Bisa Diselesaikan dengan Dialog
Menlu Qatar Syekh Mohammad bin Abdulrahman Al-Thani dalam konferensi pers di Doha, 18 Juni 2017. (Foto: Mohamed Farag / Anadolu Agency)

Metrotvnews.com, Doha: Menteri Luar Negeri Qatar Syekh Mohammed bin Abdulrahman Al-Thani menegaskan solusi kisruh diplomatik terkini dengan negara-negara Teluk hanya bisa hadir melalui negosiasi dan dialog berbasis kesetaraan, bukan ancaman.

Pernyataan disampaikan Al-Thani dalam konferensi pers dengan Menlu Jerman Sigmar Gabriel di Doha, seperti dilansir Middle East Monitor, Rabu 5 Juli 2017. 

Terkait penolakan Qatar terhadap 13 poin tuntutan dari negara-negara Teluk, Al-Thani menjelaskan bahwa keputusan itu diambil dengan mempertimbangkan kedaulatan dan hukum internasional. 

Dia menyebut 13 poin tuntutan dari negara-negara Teluk terhadap Qatar "tidak realistis dan tidak dapat diimplementasikan." 

"Tuntutan itu melanggar kedaulatan sebuah negara dan ikut campur dalam masalah internalnya," lanjut dia. 

Masih di hari yang sama, Menlu Uni Emirat Arab Syekh Abdullah bin Zayed meminta Qatar untuk "berhenti mendukung terorisme."  

Setelah Qatar menolak tuntutan, Arab Saudi dan tiga negara lainnya menjadwalkan pertemuan untuk membahas situasi terkini kisruh diplomatik di Kairo, Mesir. 

Saat ditanya apa kira-kira yang dibicarakan, Al-Thani menjawab: "Negara-negara itu telah melanggar banyak prinsip hukum internasional dengan memblokade negara saya, jadi hasil dari pertemuan itu tidak dapat diharapkan."

Sementara itu Jerman dan beberapa negara Eropa lain menyarankan adanya dialog dalam menyelesaikan kisruh diplomatik Qatar. 

"Ada batasan yang tidak dapat dilewati, yakni kedaulatan tiap-tiap negara. Rasa hormat terhadap kedaulatan nasional ini harus ditegakkan," ungkap Menlu Gabriel.


(WIL)