RI Minta Nigeria Hapus Hambatan Perdagangan Impor

Sonya Michaella    •    Sabtu, 17 Jun 2017 10:11 WIB
pbb
RI Minta Nigeria Hapus Hambatan Perdagangan Impor
Sondang Anggraini menyampaikan keprihatinan Indonesia terhadap hambatan tarif dan non-tarif yang diterapkan Nigeria. (Foto: Dok. PTRI Jenewa)

Metrotvnews.com, Jenewa: Delegasi Indonesia di World Trade Organization (WTO) memanfaatkan proses Trade Policy Review (TPR) ke-5 untuk mempertanyakan masalah dan hambatan perdagangan yang masih diterapkan Nigeria terhadap produk impor, termasuk dari Indonesia.

"Lima tahun terakhir, perdagangan Indonesia-Nigeria mengalami penurunan. Ini akan terus berlanjut jika Nigeria tidak menghapus hambatan perdagangan terhadap jenis produk yang diekspor Indonesia," kata Wakil RI untuk WTO, Duta Besar Sondang Anggraini.

Dikutip dari keterangan tertulis PTRI Jenewa kepada Metrotvnews.com, Sabtu 17 Juni 2017, Indonesia meminta Nigeria untuk segera menghapus hambatan non-tarif, seperti kebijakan bank sentral Nigeria yang menyulitkan importir bagi 41 barang tertentu untuk memperoleh valuta asing dari lembaga keuangan di Nigeria.

Di antara 41 produk tersebut, ada produk-produk dari Indonesia, yaitu furnitur, semen, sabun dan minyak kelapa sawit.

Indonesia juga mempermasalahkan kebijakan non-tarif lainnya, seperti pemberlakuan daftar larangan impor yang melarang importasi barang tertentu termasuk ekspor produk semen, sabun mandi, deterjen, alas kaki, dan furnitur dari Indonesia. 

Indonesia lalu meminta Nigeria menjelaskan justifikasi dari pelarangan impor tersebut, termasuk justifikasi dalam melanggar ketentuan WTO, sebagaimana yang dilakukan Nigeria dengan melarang importasi produk-produk dimaksud.

Delegasi Nigeria, yang dipimpin oleh Penasehat Senior Menteri Perindustrian, Perdagangan, dan Investasi Nigeria, Chiedu Osakwe, berkesempatan menanggapiberbagai pertanyaan yang diajukan Indonesia. Disampaikan bahwa produk furnitur sudah ditarik dari daftar larangan impor, sedangkan untuk produk semen dan sabun diperbolehkan pengiriman dalam jumlah besar dan bukan yang sudah dikemas untuk dijual secara eceran.

Terkait dengan justifikasi ilmiah atas pelarangan impor, Nigeria menjanjikan jawaban setelah memperoleh verifikasi lebih lanjut dari otoritas di Nigeria.


(FJR)

Waspadai Infiltrasi Ideologi

Waspadai Infiltrasi Ideologi

3 hours Ago

Infiltrasi ideologi merupakan ancaman di balik cepatnya perkembangan teknologi. Namun pendekatan…

BERITA LAINNYA