Turnbull Sebut Satu-satunya Cara Hadapi Korut adalah Tekanan Ekonomi

Willy Haryono    •    Rabu, 09 Aug 2017 11:56 WIB
korea utaranuklir korea utara
Turnbull Sebut Satu-satunya Cara Hadapi Korut adalah Tekanan Ekonomi
PM Australia Malcolm Turnbull di London, Inggris, 10 Juli 2017. (Foto: AFP/NIKLAS HALLEN)

Metrotvnews.com, Canberra: Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull mengkritik pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang ingin membalas provokasi misil dan nuklir Korea Utara dengan "api dan kemarahan."

Menurut Turnbull, satu-satunya cara menghadapi Korut adalah dengan "tekanan maksimal bidang ekonomi." Ia menyambut baik serangkaian sanksi "baru dan tegas" yang dijatuhkan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) terhadap Korut. 

Dia menyebut Australia akan mengimplementasikan serangkaian sanksi tersebut. 

Setelah Pyongyang mengancam AS akan melakukan "balasan fisik atas sanksi" DK PBB, Trump mengaku akan membalasnya dengan "api dan kemarahan yang belum dilihat sebelumnya."

"Jika terjadi konflik (bersenjata), efeknya akan buruk. Konsekuensinya akan sangat merusak. Kita semua memahami itu," ujar Turnbull, seperti dilansir Guardian, Rabu 9 Agustus 2017. 

"Komunitas global, yang dipimpin DK PBB, termasuk Tiongkok dan Rusia, bersatu untuk menjatuhkan tekanan maksimal di bidang ekonomi terhadap Korut agar mereka bisa tersadar tanpa perlu terjadi konflik," lanjut dia. 

Turnbull menegaskan semua kekacauan di Semenanjung Korea ini adalah kesalahan Korut. "Karena merekalah yang melanggar resolusi DK PBB. Mereka juga yang bertindak ilegal. Mereka yang mengancam perdamaian kawasan dan dunia."

Sejumlah pakar Korut mengingatkan bahwa retorika agresif dari Trump dapat berujung bencana. Hal tersebut dapat meyakinkan pemimpin Korut Kim Jong-un bahwa negaranya sedang terancam, sehingga kemungkinan akan melancarkan serangan terlebih dahulu.

"Apa yang kita butuhkan adalah dialog untuk meredakan ketegangan dan menghindari miskalkulasi berbahaya. Saat ini kita sedang berada dalam rute konflik, dan kita semua harus segera keluar dari jalur," sebut Turnbull.

 


(WIL)