Resmi Bertugas, Dubes RI akan Perkuat Hubungan dengan Tanzania

   •    Rabu, 02 Aug 2017 18:10 WIB
indonesia-tanzania
Resmi Bertugas, Dubes RI akan Perkuat Hubungan dengan Tanzania
Dubes RI untuk Tanzania Prof. Dr. Ratlan Pardede (kanan) menyerahkan surat kepercayaan kepada Presiden John Pombe Magufuli, di State House, Dar es Salaam, 1 Agustus 2017. (KBRI Dar es Salaam)

Metrotvnews.com, Dar es Salaam: Setelah 20 hari berada di Dar es Salaam, Duta Besar Luar Biasa Berkuasa Penuh RI untuk Republik Persatuan Tanzania, Prof. Dr. Ratlan Pardede, telah menyerahkan Surat Kepercayaan kepada President Republik Persatuan Tanzania, John Pombe Magufuli, di State House, Dar es Salaam, 1 Agustus 2017.

Dalam rangkaian acara penyerahan Surat Kepercayaan, Dubes Pardede juga berdiskusi hangat dengan Presiden Magufuli. Mereka membicarakan upaya dua negara untuk memperkuat hubungan bilateral.

Presiden Magufuli mengapresiasi kehadiran Indonesia sebagai salah satu mitra penting Tanzania dari Asia Tenggara. Ia ingin belajar lebih banyak mengenai keberhasilan Indonesia terkait pembangunan ekonomi.

"Saya sangat mendorong agar hubungan baik yang terjalin sejak lama antara Indonesia dengan Tanzania dapat semakin erat serta dapat mensejahterakan rakyat kedua negara," ungkap Presiden Magufuli.

Ia juga mengundang kehadiran perusahaan-perusahaan Indonesia untuk berinvestasi di Tanzania.

Selain menyampaikan salam hangat dari Presiden Joko Widodo kepada Presiden Magufuli, Dubes Pardede juga menegaskan komitmen pemerintah Indonesia untuk terus meningkatkan dan memperat hubungan bilateral kedua negara.

"Selama bertugas, saya sangat berkeinginan untuk meningkatkan hubungan perdagangan dan investasi antara Indonesia dengan Tanzania yang saling menguntungkan kedua negara," ucap Dubes Pardede.


Dubes RI dan Presiden Tanzania berdiskusi hangat. (Foto: KBRI Dar es Salaam)

Menanggapi keinginan Pemerintah Indonesia, Presiden Magufuli mendukung rencana tersebut serta akan menugaskan jajarannya untuk membantu kelancaran upaya dimaksud.

Hubungan Indonesia dan Tanzania, yang dapat ditarik sejak jaman pendiri kedua bangsa, memiliki tempat tersendiri dalam hati dan sejarah Tanzania.

Presiden pertama Tanzania, Julius Nyerere, merupakan salah satu sahabat karib Presiden Soekarno. Kedua tokoh tersebut sama-sama memperjuangkan kemerdekan bangsa-bangsa yang terjajah melalui forum KAA dan GNB.

Tanzania memiliki tingkat pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi di kawasan Afrika dan Sub-Sahara, sekitar 7 persen pada tahun 2010 - 2015.  Sementara itu, nilai perdagangan Indonesia pada tahun 2016 mengalami penurunan sebesar 5.11% dari tahun sebelumnya dengan jumlah USD 223.35 juta. 

Adapun komoditas ekspor utama RI ke Tanzania antara lain minyak kelapa sawit, kertas, tekstil, ban, sabun dan produk kain alas bayi. Sementara impor utama Indonesia dari Tanzania antara lain: tembakau, kapas, kakao dan kacang-kacangan.

Tanzania merupakan negara di kawasan Afrika Timur yang juga merupakan lokasi dari kantor pusat East African Cooperation (EAC), sebagaimana Indonesia yang merupakan lokasi beradanya Sekretariat ASEAN.

Sebelum menjadi Dubes RI untuk Republik Persatuan Tanzania merangkap Republik Burundi, Uni Komoros dan Republik Rwanda, Dubes Pardede pernah menjabat sebagai Rektor Universitas Mpu Tantular (2011 -2015) serta dosen Pasca Sarjana. Ia juga pernah mengajar di bidang ekonomi dan manajemen di beberapa universitas di Jakarta. 

Dengan diserahkannya Surat Kepercayaan kepada Presiden Republik Persatuan Tanzania, maka sejak tanggal 1 Agustus 2017, Dubes Pardede secara resmi dapat menjalankan tugas dan fungsinya sebagai Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI untuk Republik Persatuan Tanzania.

(WIL)