Suriah, Negara Paling Tak Aman di Dunia

Sonya Michaella    •    Selasa, 06 Sep 2016 14:32 WIB
krisis suriah
Suriah, Negara Paling Tak Aman di Dunia
Kehancuran di Suriah akibat perang (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Jakarta: Penelitian terbaru mengisyaratkan kematian karena konflik mencapai tingkat tertinggi dalam 25 tahun, sementara jumlah pengungsi mencapai tingkat tertinggi sejak Perang Dunia II.
 
Laporan Indeks Perdamaian Dunia 2016 juga menyebutkan dunia semakin tidak damai dengan memburuknya perdamaian dunia selama satu dekade terakhir. Penyebab utamanya adalah terorisme dan tingkat ketidakstabilan politik yang tinggi.
 
Diplomatic Forum RRI, Selasa (6/9/2016), menyebutkan pula bahwa sejumlah perang di Timur Tengah termasuk perang dengan Suriah, menjadikan negara itu sebagai yang paling tidak aman.
 
Setelah itu, diikuti oleh Sudan Selatan, Irak, Afghanistan dan Somalia. Sebagian besar serangan terpusat di lima negara yaitu Suriah, Irak, Nigeria, Afghanistan dan Pakistan.
 
Kekerasan dunia saat ini tak hanya membawa dampak adanya rasa tidak aman, namun juga membawa dampak cukup besar bagi sektor ekonomi. Kerugian dunia akibat kekerasan di berbagai negara tersebut mencapai USD13,6 hingga USD14,3 triliun.


Dubes Rusia untuk Indonesia Mikhail Galuzin dalam diskusi RRI (Foto: Sonya Michaella/MTVN)
 
 
Hal serupa juga terjadi di kawasan Asia Pasifik, yaitu konflik Laut China Selatan. Selain itu, penangkapan pelaut Indonesia di perairan Filipina, penyelundupan dan perdagangan manusia juga menjadi isu di kawasan.
 
Di dalam negeri sendiri, konflik sosial juga masih mempengaruhi, seperti konflik di Papua. Dalam acara ini, hadir pula Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Mikhail Galuzin. Galuzin menjelaskan saat ini upaya untuk menciptakan perdamaian di Suriah masih terus berjalan.
 
 
Sebelumnya Dubes Galuzin menanggapi tak tercapainya kesepakatan apapun dalam perbincangan antara Rusia dan Amerika Serikat (AS) tentang perdamaian Suriah. Di sela-sela KTT G20 di Hangzhou, Tiongkok, Presiden Rusia, Vladimir Putin dan Presiden AS, Barack Obama bertemu untuk membicarakan tentang keadaan Suriah yang dinilai semakin parah.
 
"Situasinya saat ini adalah bukan berarti tak ada kesepakatan. Namun menurut saya, ada upaya yang masih berjalan," ujar Dubes Galuzin kepada Metrotvnews.com, di Kantor Radio RRI, Jakarta Pusat, Selasa (6/9/2016).
 
Ia juga mengatakan bahwa Putin telah menegaskan bahwa akan ada pembicaraan lanjutan antara Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov dan Menteri Luar Negeri AS, John Kerry.

(FJR)

Hillary Clinton Janjikan Biaya Kuliah Gratis

Hillary Clinton Janjikan Biaya Kuliah Gratis

21 hours Ago

Dalam kampanyenya bersama Bernie Sanders, Calon Presiden Amerika Serikat Hillary Clinton menyatakan…

BERITA LAINNYA