Suriah Bantah Tuduhan Bakar Jasad Korban Pembunuhan

Fajar Nugraha    •    Selasa, 16 May 2017 19:35 WIB
krisis suriah
Suriah Bantah Tuduhan Bakar Jasad Korban Pembunuhan
Foto satelit Penjara Saydyana (Foto: DigitalGlobe/AFP).

Metrotvnews.com, Damaskus: Pemerintah Suriah dituduh Amerika Serikat (AS) telah membangun sebuah krematorium atau fasilitas pembakaran mayat. Namun tuduhan ini dibantah Suriah.
 
Menurut AS, krematorium itu digunakan untuk menghancurkan ribuan mayat korban pembunuhan oleh pihak pemerintah. Korban pembunuhan itu diketahui sebagai tahanan dari sebuah fasilitas penjara.
 
"Tuduhan ini sangat tidak berdasar. Semuanya tidak lebih sebagai produk khayalan pemerintah (AS) dan intelijen mereka," ujar pernyataan Kementerian Luar Negeri Suriah, kepada kantor berita SANA, seperti dikutip AFP, Selasa 16 Mei 2017.
 
"Pemerintahan AS berulangkali menyebarkan kebohongan dan tuduhan palsu demi membenarkan kebijakan intervensi serta agresif mereka, di negara asing berdaulat," tegas pernyataan itu.
 
Pihak Kemenlu Suriah pun menegaskan bahwa Pemerintah AS melontarkan skenario baru bak film Hollywood. Tuduhan-tuduhan ini di mata pihak Suriah sangat tidak sesuai dengan realitas.
 
"Menuduh kami membangun krematorium di Penjara Saydnaya, sangat tidak realistis," imbuh pernyataan itu.
 
Pada Senin 15 Mei, Kementerian Luar Negeri AS mengeleuarkan citra satelit yang dianggap menjadi pendukung laporan pembunuhan massal di penjara Suriah. Penjara Saydnaya yang dimaksud, berada di sebelah utara Ibu Kota Suriah, Damaskus.
 
Menurut keterangan itu, pada 2013, pemerintahan Presiden Bashar al-Assad memodifikasi sebuah bangunan di kompleks Saydnaya untuk dijadikan krematorium. Kemenlu AS menyatakan krematorium itu dibangun untuk melanjutkan aksi pembunuhan massal di Saydnaya.



(FJR)