Usai Ditahan Akibat Tuduhan Teror, Jurnalis Turki Dibebaskan

Arpan Rahman    •    Sabtu, 29 Jul 2017 16:17 WIB
politik turki
Usai Ditahan Akibat Tuduhan Teror, Jurnalis Turki Dibebaskan
Ilustrasi Metrotvnews.com

Metrotvnews.com, Istanbul: Pengadilan Turki membebaskan tujuh dari 12 anggota staf surat kabar Cumhuriyet yang dipenjara. Pada Jumat 28 Juli 2017, mereka dikeluarkan dari bui sambil menunggu akhir persidangan.
 
Namun, empat karyawan lainnya tetap dipenjara, termasuk editor kepala surat kabar dan kolumnis terkemuka.
 
Tujuh belas jurnalis, kartunis, dan eksekutif diadili karena diduga membantu organisasi teror. Terdakwa mengatakan bahwa mereka adalah korban tindakan keras terhadap suara oposisi di Turki sejak kudeta gagal tahun lalu.
 
Para terdakwa yang dilepaskan tersebut harus melapor kepada pihak berwenang secara reguler menjelang sidang berikutnya pada 11 September.
 
Mereka yang akan tetap ditahan termasuk komentator Kadri Gursel, jurnalis investigasi Ahmet Sik, kepala redaksi Murat Sabuncu dan kepala eksekutif Akin Atalay. Atalay yang dikutip Cumhuriyet mengatakan: "Jangan khawatir tentang kita, kita berdiri tegak."
 
Jaksa berkata, mereka akan mengajukan tuntutan baru terhadap Sik atas sebuah pernyataan pembelaan darinya, pada Rabu 26 Juli 2017.
 
"Dengan keputusan hari ini mereka ingin mengatakan 'kami akan membawa Anda berlutut'," ucap Sik sebelum dibawa keluar pengadilan, seperti dikutip kantor berita DW, Sabtu 29 Juli 2017. 
 
"Tapi mereka harus tahu -- saya hanya tunduk di depan ibu dan ayah saya dan akan tetap begitu," imbuhnya.
 
Istrinya Yonca menjerit: "Tetap kuat, Ahmet, kita akan melawan dan mengatasi semua ini!"
 
Pembela Alp Selek mengatakan di ruang sidang bahwa dia bekerja selama hampir 60 tahun namun, "tidak pernah melihat sebuah surat dakwaan yang menemukan kejahatan dari nol."
 
"Saya telah bekerja dalam keadaan luar biasa, tapi ini kali pertamasaya melihat surat dakwaan semacam itu," katanya.
 
Jurnalis lepas Elif Ilgaz, yang pernah menulis di harian tersebut, berkata kepada kantor berita Deutsche Welle bahwa kasus itu penuh tuduhan "tragis".
 
"Sejak hari pertama persidangan, rekan-rekan Cumhuriyet kami telah membantah tuduhan satu per satu dan menunjukkan bahwa tuntutan ini omong kosong," katanya.
 
Anggota partai oposisi, Filiz Kerestecioglu mengatakan kepada Deutsche Welle bahwa tuduhan tersebut "sama sekali tidak masuk akal."
 
"Mereka tidak ingin ada orang yang meninggikan suaranya di Turki, mereka tidak meninggalkan satu stasiun TV atau satu surat kabar tunggal. Harian Cumhuriyet satu-satunya surat kabar yang masih mengangkat suara mereka," tegasnya.
 
Menurut kelompok kebebasan pers P24, 166 wartawan dipenjara di Turki, kebanyakan ditangkap di bawah pemberlakuan keadaan darurat.



(FJR)