Tolak Hasil Pemilu, Dua Warga Kenya Ditembak Mati

Sonya Michaella    •    Sabtu, 12 Aug 2017 14:25 WIB
konflik kenya
Tolak Hasil Pemilu, Dua Warga Kenya Ditembak Mati
Polisi Kenya mengacungkan senjata api ke arah para demonstran. (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Nairobi: Dua orang dilaporkan tewas akibat ditembak saat demonstrasi pecah untuk menentang kemenangan Uhuru Kenyatta dalam pemilihan umum.

"Dua orang tewas dan empat lainnya terluka, dengan luka tembak," kata Kepala Kesehatan Regional Kisumu Barat, Ojwang Lusi, dikutip dari AFP, Sabtu 12 Agustus 2017.

Protes penolakan pecah di markas oposisi di Nairobi dan juga di Kisumu setelah Komisi Pemilihan menyatakan Kenyatta keluar sebagai pemenang.

Namun, saingannya, Raila Odinga mengklaim sudah tercoreng oleh kecurangan.

Ratusan polisi dengan peralatan antihuru-hara dikerahkan di ibu kota Kenya, Nairobi, pada Jumat malam 11 Agustus 2017.
 
Dalam pidato kemenangannya, Kenyatta mengatakan bahwa tidak perlu melakukan kekerasan saat dirinya meminta warga Kenya berkumpul saat dia merayakan kemenangan untuk masa jabatan keduanya.
 
"Mari kita selalu ingat bahwa kita adalah saudara, tetangga Anda masih tetangga Anda, Marilah kita bersikap damai, saling bersentuhan, mari bersama-sama saling berbagi, tidak perlu kekerasan," kata Uhuru Kenyatta, seperti dikutip ITV, Sabtu 12 Agustus 2017.
 
Protes telah meledak dalam beberapa hari terakhir, dengan ketakutan mereka bisa membengkak karena amarah di antara mereka yang tidak menerima hasil pemungutan suara. Beberapa tokoh oposisi mengecam pemilihan tersebut sebagai "permainan".

Tokoh oposisi terkemuka Odinga, yang menentang Kenyatta buat Presiden, sudah menebar kebencian dan ketidakpercayaan dengan klaim bahwa mesin pemungutan suara telah diretas dan surat suara dimanipulasi.
 
Lebih dari 1.000 orang tewas dalam kekerasan yang didorong oleh ketegangan etnis usai Odinga kalah dalam pemilu pada 2007.


(FJR)