Filantrop Gantikan Gaji Para TKI yang Tidak Diberikan Majikan

   •    Rabu, 06 Sep 2017 15:06 WIB
indonesia-yordania
Filantrop Gantikan Gaji Para TKI yang Tidak Diberikan Majikan
Dubes Indonesia untuk Yordania Andy Rachmianto bersama sejumlah TKI di KBRI Amman, Yordania, 5 September 2017. (Foto: Nico Adam/KBRI Amman)

Metrotvnews.com, Amman: KBRI Amman sebagai perwakilan "citizen service" dalam melaksanakan fungsi perlindungan dan bantuan hukum kepada Tenaga Kerja Indonesia Bermasalah (TKIB), telah menyelesaikan permasalahan terhadap 12 TKIB. Saat ini 12 TKIB itu berada di Griya Singgah (shelter) KBRI Amman untuk dipulangkan ke Indonesia pada 6 September 2017.

Permasalahan yang dihadapi para TKIB di Yordania pada umumnya gaji dan izin tinggal yang tidak dibayarkan majikan. Meskipun berbagai upaya hukum sudah dilakukan, namun tidak semua TKIB berhasil mendapatkan hasil jerih payahnya selama ini. 

"Banyak majikan yang berusaha menghindar membayar gaji bertahun-tahun dengan berbagai macam alasan. Kondisi inilah yang memaksa TKI tersebut kabur ke KBRI," ungkap Achmad Gunawan, Staf Mediasi TKI KBRI Amman, dalam rilis yang diterima Metrotvnews.com, Rabu 6 September 2017. 

Terdapat pula kasus di mana majikan menuduh pembantu rumah tangganya mencuri, sehingga sang tertuduh dipenjara. Demikian 

Pemulangan rombongan TKIB kali ini terasa istimewa. Meskipun tidak membawa hasil jerih payahnya dari "mengais rezeki dan banting tulang" di Yordania, namun mereka akan mendapat kesempatan bertemu langsung Menteri Tenaga Kerja RI, Hanif Dhakiri.

Bapak Dato’ Tahir, Pimpinan Tahir Foundation yang berkunjung ke Amman dalam melaksanakan misi sosial membantu pengungsi Suriah di Yordania pada April 2017, menyempatkan berkunjung ke Griya Singgah KBRI Amman. Dalam kesempatan bertatap muka dengan 12 orang TKIB tersebut, Dato’ Tahir langsung menyampaikan niatnya membantu para TKIB, khususnya mereka yang mempunyai masalah gaji yang tidak dibayar. 


Pimpinan Tahir Foundation, Dato Sri Tahir. (Foto: MI/Panca Syurkani)

Kementerian Ketenagakerjaan RI akan menjadi tempat acara serah terima bantuan Dato’ Tahir kepada para TKIB pada 7 September 2017, yang akan langsung disaksikan Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri.

Rasa bahagia dan ungkapan terima kasih bercampur haru diungkapkan para TKIB yang akan dipulangkan ini. Mereka tidak menyangka akan mendapatkan rezeki pengganti melalui tangan orang lain yang justru bukan merupakan majikan mereka. 

Secercah Harapan

Siti Aisyah (32 tahun) asal Indramayu telah bekerja pada majikannya selama 10 tahun 4 bulan sebelum berhasil kabur ke KBRI. Dengan mata berkaca-kaca, ia mengungkapkan terima kasihnya yang tidak terhingga kepada KBRI Amman yang telah mengusahakan pemulangan ini, dan juga kepada Bapak Dato’ Tahir yang akan memberi bantuan. 

Awalnya Siti sudah pasrah dengan nasib yang diterimanya. Siti berharap bantuan Dato’ Tahir ini akan digunakannya sebagai modal usaha dan membantu orang tua membayar utang kepada tetangga.

Lain halnya dengan Idah Rosidah (44 tahun) asal Bandung, yang telah merantau selama 6 tahun lebih untuk bekerja di Yordania. Ia tidak henti-hentinya mengucapkan rasa syukur ke khadirat Allah SWT dan berdoa untuk kesehatan dan kesejahteraan Dato’ Tahir yang telah memberikannya harapan hidup. Demikian juga bantuan Bapak Dubes dan seluruh staf KBRI Amman yang telah mengusahakan pemulangan ini, ungkap dia. 

Himpitan ekonomi yang memaksa ibu setengah baya yang juga sebagai orang tua tunggal ini harus meninggalkan anak-anaknya yang masih kecil. Idah berharap bantuan yang akan didapatkan bisa digunakan untuk membiayai sekolah anak-anaknya.

Dubes RI Amman Andy Rachmianto berpesan kepada para TKIB yang sudah sekian lama berada di Griya Singgah untuk terus menggali potensi diri dan memberdayakannya untuk meningkatkan ekonomi keluarga, dan jangan pernah ingin kembali lagi ke luar negeri hanya untuk menjadi pembantu rumah tangga. 

"Sudah cukup pengalaman pahit yang diterima selama bekerja di luar negeri seperti tidak memperoleh upah hasil jerih payah bekerja. Saat ini yang perlu dilakukan adalah bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena masih ada orang baik di Indonesia seperti Bapak Dato’ Tahir yang mau berbagi kepada para TKIB yang kurang beruntung ini," ujar Dubes Andy.

Untuk itu, Dubes Andy mengharapkan agar rezeki dari Dato’ Tahir dapat dimanfaatkan sebaik mungkin dalam menyongsong kehidupan bersama keluarga di kampung.








(WIL)