Israel Dukung AS Potong Dana Bantuan untuk Palestina

Arpan Rahman    •    Minggu, 07 Jan 2018 18:00 WIB
israel palestinadonald trumppalestina israel
Israel Dukung AS Potong Dana Bantuan untuk Palestina
PM Israel Benjamin Netanyahu. (Foto: AFP)

Tel Aviv: Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, disebut mendukung rencana Amerika Serikat (AS) memotong dana bantuan yang diberikan ke Badan Bantuan dan Kerja Sama Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNRWA) untuk pengungsi Palestina.

Kantor Netanyahu mengatakan bahwa perdana menteri mendukung pendekatan kritis oleh Presiden AS Donald Trump. Mereka percaya langkah-langkah praktis harus dilakukan untuk mengubah situasi di sana.

Pejabat Israel mengeluarkan pernyataan ini setelah muncul komentar Trump dan Duta Besar AS untuk PBB Nikki Haley. Mereka mengatakan Negeri Paman Sam akan memotong bantuan kepada orang-orang Palestina jika mereka tidak kembali ke meja perundingan.

Jumat kemarin, pertemuan berlangsung di Gedung Putih untuk memeriksa kemungkinan pemotongan bantuan dana. Namun, diskusi berakhir tanpa keputusan.

"Kami memeriksa dana kami untuk orang-orang Palestina sehubungan dengan tindakan mereka baru-baru ini, dan kelanjutan pendirian presiden mengenai masalah ini," kata seorang pejabat senior pemerintah AS, dilansir dari laman Haaretz, Minggu 7 Januari 2018.

Israel telah menyerukan untuk menutup UNRWA di masa lalu. Israel menilai UNRWA memungkinkan negara-negara Arab untuk menghindari menerima pengungsi Palestina dan para keturunan mereka.

Juni 2017, Netanyahu meminta Haley untuk memeriksa kembali kondisi terkini UNRWA.

Trump pekan lalu mengatakan akan menghentikan bantuan dana untuk para pengungsi Palestina. Pernyataan ini dibalas pemerintah dan warga Palestina dengan mengatakan negara mereka tidak untuk dijual.

Baca: Trump Ancam Hentikan Bantuan untuk Palestina

 


(WIL)

Myanmar Sepakat Terima 1.500 Rohingya Setiap Pekan

Myanmar Sepakat Terima 1.500 Rohingya Setiap Pekan

20 hours Ago

Myanmar menyanggupi akan menyediakan tempat penampungan sementara bagi Rohingya yang kembali.

BERITA LAINNYA