Operasi Militer Turki di Suriah Tewaskan 86 Warga Sipil

Marcheilla Ariesta    •    Minggu, 28 Jan 2018 15:15 WIB
suriah membaraturkikurdi
Operasi Militer Turki di Suriah Tewaskan 86 Warga Sipil
Operasi militer di Turki tewaskan 86 warga sipil. (Foto: AFP).

Afrin: Operasi militer yang dilakukan Turki di wilayah Afrin dan utara Suriah telah merenggut nyawa 86 warga sipil. Tak hanya itu, kantor berita pemerintah Sanaa menuturkan 198 warga lainnya terluka akibat serangan yang dilakukan militer Turki.
 
Pada Jumat lalu, Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang dipimpin Kurdi, mengendalikan daerah tersebut. Mereka melaporkan sebanyak 59 warga sipil tewas akibat penyerangan yang dilakukan Turki.
 
Jumlah tersebut meningkat seiring seringnya serangan yang dilancarkan Turki ke wilayah yang dipenuhi warga Kurdi.
 
"Pasukan Turki menyerang bangunan tempat tinggal di daerah Afrin dengan berbagai jenis senjata," ujar kantor berita pemerintah Suriah, seperti dilansir dari Sputnik, Minggu 28 Januari 2018.
 
Turki meluncurkan 'Operation Olive Branch' melawan Unit Perlindungan Rakyat Kurdi Suriah (YPG/YPJ) pada hari Sabtu. Operasi itu diluncurkan menyusul pengumuman bahwa koalisi pimpinan AS di Suriah akan menciptakan sebuah "pasukan keamanan perbatasan" untuk mencegah ISIS berkumpul kembali di Suriah.
 
Ankara melihat Kurdi Suriah sebagai teroris yang sama dengan musuh mereka, Partai Pekerja Kurdistan (PKK), dan menganggap kehadiran mereka di perbatasannya sebagai ancaman keamanan nasional. Untuk menghilangkan ancaman ini, Turki dengan bantuan pejuang Suriah yang bergabung dalam FSA bertujuan untuk menciptakan zona aman "sejauh 30 kilometer" di Afrin Suriah.
 
Pada hari Senin kemarin, Bakhtiyar mengecam operasi militer Ankara dan mengkritik FSA karena menjadi bagian dari kampanye Turki. "Kami mendukung negara kami dalam 'perlawanan suci' mereka terhadap penjajah," politisi tersebut menekankan. Namun ia juga meminta solusi politis dan bukan militer dalam konflik tersebut.
 
Sementara itu Turki mengabaikan seruan Washington untuk membatasi waktu dan lingkup operasi militer di Afrin, dengan Presiden Recep Tayyip Erdogan menunjuk pada kehadiran militer sekutunya NATO di negara lain. 
 
Distrik Afrin adalah rumah bagi sekitar 500 ribu warga sipil, termasuk pengungsi dari tempat lain di Suriah. Pemerintah Suriah telah memperingatkan bahwa serangan apa pun ke Afrin oleh pasukan Turki akan dianggap sebagai tindakan agresi. Damaskus mengatakan pasukan Suriah akan meresponsnya dengan tepat, termasuk, menembakkan pesawat tempur Turki di luar angkasa.



(REN)