Seorang Menteri Jadi Target Operasi Militer Zimbabwe

Marcheilla Ariesta    •    Rabu, 15 Nov 2017 12:28 WIB
zimbabwe
Seorang Menteri Jadi Target Operasi Militer Zimbabwe
Militer Zimbabwe menyebutkan bahwa mereka mengincar penjahat di sekitar Presiden Robert Mugabe (Foto: AFP).

Harare: Militer Zimbabwe membacakan pernyataan tertulis yang menyebutkan bahwa mereka mengincar penjahat di sekitar Presiden Robert Mugabe. Mereka juga menyatakan saat ini sang presiden dalam keadaan aman.

Militer juga menuturkan bahwa mereka tidak berniat untuk mengambil alih pemerintahan.

(Baca: Mugabe dalam Kondisi Aman, Militer Bantah Lakukan Kudeta).

Pernyataan tersebut dibacakan oleh militer lewat kantor berita nasional, ZBC. "Kami ingin meyakinkan negara bahwa presiden dan keluarganya aman dan sehat, serta keamanan mereka terjamin," tutur seorang perwira berseragam, seperti dikutip dari laman BBC, Rabu, 15 November 2017.

"Kami hanya menargetkan penjahat di sekitarnya, yang melakukan kejahatan dan menyebabkan penderitaan sosial dan ekonomi di negara ini," sambung perwira tersebut.

Walaupun tidak disebutkan, serangan ini ditargetkan untuk siapa, namun jelas sekali jika Menteri Perekonomian Ignatius Chombo menjadi satu diantaranya. Namun, tidak pasti siapa yang memimpin aksi militer ini.

(Baca: Situasi Tak Jelas, Tank Penuhi Ibu Kota Zimbabwe).

Sang perwira juga menambahkan, bahwa setelah misi selesai, maka situasi di sana akan kembali normal.

"Segera setelah kami menyelesaikan misi kami, kami berharap situasinya akan kembali normal," tutupnya.

Suara tembakan terdengar di kediaman pribadi miliki Presiden Zimbabwe Robert Mugabe di Harare. Hal itu dilaporkan pada Rabu 15 November pagi waktu setempat.

"Dari dalam rumahnya, kami mendengar sekitar 30 hingga 40 suara tembakan. Kejadian berlangsung antara tiga hingga empat menit setelah pukul 2.00 pagi," ujar seorang saksi.

Kondisi ini makin mempertanyakan mengenai kelangsungan kekuasaan dari Mugabe. Dalam beberapa waktu terakhir, pemimpin berusia 93 tahun itu berupaya keras untuk mempertahankan kekuasaannya.

Sebelumnya, Panglima Tentara Nasional Zimbabwe, Jenderal Constantine Chiwenga, mengecam suksesi di Front Uni Nasional Zimbabwe Patriotik-Afrika (Zimbabwe African National Union-Patriotic Front/ZANU–PF). 


(FJR)