Dubes RI di Arab Saudi Benarkan Rizieq Sempat Diperiksa

Fajar Nugraha    •    Rabu, 07 Nov 2018 13:11 WIB
Rizieq Shihab
Dubes RI di Arab Saudi Benarkan Rizieq Sempat Diperiksa
Rizieq Shihab saat mengikuti sidang perkara penodaan agama dengan terdakwa Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Gedung Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan. Foto: MI/Ramdani.

Riyadh: Rizieq Shihab diketahui sempat dimintai keterangan pihak berwenang Arab Saudi. Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel, pastikan pendampingan konsuler.
 
Baca juga: Rizieq Shihab Sempat Diperiksa Aparat Arab Saudi.
 
Dubes Agus mendengar informasi mengenai penangkapan Rizieq Shihab ketika baru mendarat di Riyadh, pada pukul 23.20 waktu Arab Saudi, 5 November 2018. Pihak kedubes pun terus mencari informasi terkait penangkapan tersebut.
 
Komunikasi dari Jakarta dengan Dubes Agus pun intens dilakukan. Hal ini untuk dilakukan demi memberikan pendampingan dan pengayoman kepada Rizieq Shihab dalam menghadapi kasus yang dihadapinya.
 
"Pada 6 November 2018 Diplomat Pasukan Khusus (DIPPASSUS) yang merupakan gugus tugas reaksi cepat, langsung diperintahkan untuk berangkat ke Makkah dan memastikan kabar yang beredar tersebut," jelas Dubes Agus, dalam keterangan yang diterima Medcom.id, Rabu 7 November 2018.
 
Melalui hasil penelusuran tersebut diinformaskan bahwa: pada 5 november 2018 sekitar pukul 08.00 waktu Arab Saudi, tempat tinggal Rizieq Shihab didatangi oleh pihak kepolisian Makkah karena diketahui adanya pemasangan bendera hitam yang mengarah pada ciri-ciri gerakan ekstrimis  pada dinding  bagian belakang rumahnya. Pada saat tersebut sempat dilakukan pemeriksaan singkat terhadap Rizieq Shihab oleh kepolisian Makkah.
 
5 November 2018 pukul 16.00, Rizieq kemudian dijemput oleh kepolisian Makkah dan Mabahis Ammah (intelijen umum, General Investigation Directorate/GID) lalu dibawa ke kantor polisi. Selanjutnya untuk proses penyelidikan dan penyidikan Rizieq Shihab ditahan oleh pihak kepolisian wilayah Makkah.
 
"Arab Saudi sangat melarang keras segala bentuk jargon, label, atribut dan lambang apapun yang berbau terorisme seperti ISIS, Al Qaeda, Al-Jama’ah al-Islamiyyah dan segala kegiatan yang berbau terorisme dan ekstrimisme. Pemantauan dalam Medsos juga dipantau oleh pihak keamanan Arab Saudi dan pelanggaran IT adalah merupakan pidana berat jika bersentuhan dengan aroma terorisme," tegas Dubes Agus.
 
Setelah selesai menjalani pemeriksaan di Kantor Mabahis 'Aamah (intelijen umum), Rizieq Shihab diserahkan kepada Kepolisian Sektor Mansyuriah Kota Makkah pada Selasa, 6 November 2018 sekira pukul 16.00 waktu setempat. Pada pukul 20.00 di tanggal yang sama, dengan didampingi oleh staff KJRI, Rizieq Shihab dikeluarkan dari tahanan Kepolisian Makkah dengan jaminan.
 
"Kami akan intens berkomunikasi dengan pihak-pihak terkait Arab Saudi terkait apa yang sebenarnya dituduhkan Rizieq Shihab," tuturnya.
 
Atas kejadian ini Dubes Agus berharap hanya masalah overstay saja yang merupakan pelanggaran imigrasi. Jika yang dituduhkan kepada Rizieq Shihab terkait keamanan Kerajaan Arab Saudi, maka lembaga yang akan menangani adalah lembaga super body Arab Saudi yang ada di bawah Raja yang dikenal dengan Riasah Amni ad-Daulah atau Presidency of State Security.
 
Mengenai siapa yang memasang bendera tersebut di belakang rumah Rizieq, Dubes Agus mengatakan: "Kamu belum mengetahui hal itu".
 
Terakhir, Dubes Agus menegaskan bahwa KBRI Riyadh dan KJRI Jeddah akan selalu memberikan pendampingan kekonsuleran dan pengayoman kepada Rizieq Shihab dan seluruh WNI para ekspatriat Indonesia yang menghadapi masalah hukum berada di Arab Saudi. "KBRI dan KJRI akan mewakafkan diri untuk pemihakan dan pelayanan kepada seluruh ekspatriat Indonesia di Arab Saudi," pungkas Dubes Agus.


(FJR)