Gabon Bunuh Dua Prajurit Pelaku Kudeta

Willy Haryono    •    Selasa, 08 Jan 2019 09:00 WIB
Gabon
Gabon Bunuh Dua Prajurit Pelaku Kudeta
Pemerintah Gabon mengklaim berhasil menghentikan kudeta. (Foto: AFP)

Libreville: Dua prajurit yang merencanakan kudeta di Gabon telah dibunuh. Pernyataan disampaikan kantor kepresidenan Gabon setelah sekelompok elemen militer sempat menguasai stasiun radio RFI.

Kedua tentara itu ditembak mati saat pasukan keamanan menyerbu RFI. Tiga prajurit lainnya ditangkap karena terlibat kudeta.

Beberapa perwira junior mengklaim sekelompok prajurit mencoba kudeta "untuk mengembalikan demokrasi" di Gabon, di mana keluarga dari Presiden Ali Bongo sudah berkuasa di negara kaya minyak itu sejak 50 tahun terakhir.

"Situasi sudah berhasil dikendalikan," ungkap pernyataan dari kantor kepresidenan Gabon, seperti disitir dari kantor berita AFP, Senin 7 Januari 2019.

RFI menyebut pemimpin kudeta Letnan Kelly Ondo Obiang sempat melarikan diri, sebelum akhirnya ditemukan bersembunyi di bawah tempat tidur. 

"Kondisi berangsur normal. Para prajurit gendarmes yang biasanya disiagakan di sana, sekarang menguasai keseluruhan area sekitar kantor radio dan televisi. semua kembali normal," ujar Guy-Betrand Mapangou, juru bicara untuk pemerintah Gabon.

Mapangou mengatakan beberapa jenderal dan tokoh oposisi yang sempat disebutkan para pelaku kudeta akan diperiksa petugas. Grup oposisi utama gabon, Koalisi untuk Republik Baru, membantah terlibat dalam kudeta.

Presiden Bongo dirawat di rumah sakit di Riyadh atas keluhan stroke pada 24 Oktober tahun lalu. Saat ini, pria 59 tahun itu dilaporkan sedang menjalani pemulihan di Maroko.
(WIL)