Dua Bocah WNI Direpratriasi dari Suriah

Fajar Nugraha    •    Rabu, 30 Nov 2016 20:37 WIB
wni
Dua Bocah WNI Direpratriasi dari Suriah
Dua bocah WNI yang turut direpatriasi dari Suriah (Foto: Dok. KBRI Damaskus).

Metrotvnews.com, Damaskus: Suriah sudah memasuki musim dingin. Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Damaskus, Suriah melakukan pemulangan atau repatriasi terhadap 26 WNI dari Suriah.
 
Mereka dipindahkan dari Suriah ke Lebanon dalam gelombang repatriasi ke-281. Setelah tiba di Lebanon, KBRI Beirut akan menguruskan pemulangan para repatrian tersebut ke Indonesia via Bandara Internasional Lebanon.
 
Dalam repatriasi kali ini, KBRI juga berhasil menyelamatkan dua anak Indonesia masing-masing Mohammad Hilman berusia 3 tahun, kelahiran Damaskus, Suriah dan Mohannad Touja berusia 4 tahun, kelahiran Aleppo. Selain itu, terdapat korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) sebanyak tujuh orang.
 
Sebagian besar peserta repatrian merupakan para TKI yang berasal Jawa Barat dan NTB, sedangkan sisanya berasal dari Jateng, Jatim, dan Sulawesi Selatan. Dengan kepulangan 26 WNI ini, jumlah WNI di shelter KBRI Damaskus sebanyak 28 orang.
 
Berikut daftar nama repatrian:
1.    Nani Nuraeni Bt Sail, Majalengka;
2.    Mohammad Hilman, Majalengka;
3.    Sri Budi Setyowati Sudardi, Sulawesi Selatan;
4.    Mohannad Touja, Sulawesi Selatan;
5.    Nursidah Ahmadi, Banyumas;
6.    Ela Bt Oca Muhamad, Sukabumi;
7.    Fitriyah Bt Somad Ponimin, Kediri;
8.    Iin Herlina Bt Hotib Ujang, Sukabumi;
9.    Ini Rukini Bt Ahmadi Mad Saleh; Kuningan;
10.   Irma Indry Yanti Bt Ohim Samad, Bandung;
11.   Kholinah Bt Dani Niman, Tangerang;
12.   Maani Sudirman, Melayu NTB;
13.   Nasah Bt Dali Dukri, Sukabumi;
14.   Nunung Setiawati Binti Wangsa, Ciamis;
15.   Nuraidah Bt Hasan Amin, Sumbawa;
16.   Pariyah, Banyuwangi;
17.   Rasminih Bt Carma Walim, Indramayu;
18.   Ria Febriani, Lombok Tengah;
19.   Rukiati Bt Ihsan Goden, Lombok Tengah;
20.   Sapni Bt Wasim Salim, Karawang;
21.   Siti Mariam Lukman Umar, Lombok Tengah;
22.   Suntikah Bt Kaimin Tamin, Tangerang;
23.   Suriati Bt Abdul Landa, Dompu NTB;
24.   Surtika Bt Narkiman Raspin, Karawang;
25.   Umdah Husen Saman, Karawang;
26.   Wenda Handayani, Bandung.
 
"Pemulangan atau repatriasi WNI ini merupakan program yang telah berlangsung sejak tahun 2012 karena situasi keamanan di Suriah yang masih sangat mengkhawatirkan dan tidak mungkin kontrak kerja TKI diperpanjang lagi," ujar Pelaksana Konsuler I KBRI Damaskus, Makhya Suminar, dalam keterangan tertulis yang diterima Metrotvnews.com, Rabu (30/11/2016).
 
Ditegaskan oleh Makhya Suminar, "Saya mengharap kepada seluruh WNI semua setelah kembali ke kampung halaman di Indonesia nanti, agar mulai hidup baru bersama keluarga dan jangan pernah lagi terpikir lagi untuk kembali menjadi TKW ke Suriah. Pengiriman TKW ke Timur Tengah sudah ditutup permanen".
 
Dua bocah di penampungan
 
Yang berbeda dari repatriasi gelombang ke-281 pada 30 November ini adalah turut direpatriasi dua anak-anak hasil dari WNI dan WN Suriah, yaitu Mohammad Hilman dan Muhanad Touja.
 
Ibu dari Mohammad Hilman, Nani Nuraeni, berasal dari Majalengka Jawa Barat datang ke Damaskus Suriah sebagai TKI pada Desember 2008.
 
Berdasarkan keterangan Nani, setelah kabur dari majikan aslinya pada Juni 2009, Nani ditampung oleh warga negara Suriah bernama Samer al-Bawab yang menjanjikan Nani untuk diantarkan ke Kedutaan.  Selama beberapa bulan Nani malah bekerja di kantor agen TKW ilegal Samer al-Bawab.


WNI yang direpatriasi dari Suriah (Foto: Dok.KBRI Damaskus).  
 
Pada 1 Mei 2013, seorang bayi yang diberi nama Mohammad Hilman lahir dari hubungan Nani dengan anak lelaki tertua Samer, Adnan al-Bawab. Samer menjadikan bayi Mohammad Hilman sebagai sandera agar Nani mau dipekerjakan ke rumah-rumah orang secara bulanan di bawah pengawasan Samer. 
 
Samer mengancam jika Nani tidak menurut padanya, maka bayinya tidak akan selamat. Samer malah mempekerjakan Nani ke banyak majikan dengan sistem bulanan dan memotong setiap gaji Nani.
 
KBRI Damaskus berhasil memenjarakan Samer dan komplotan agen TKW ilegalnya oleh Kepolisian Perdagangan Manusia Suriah, termasuk Nani dan anaknya karena tidak memiliki paspor dan izin tinggal. Pada Juli 2016, KBRI berhasil menarik Nani beserta anaknya dari Pusat Penahanan Imigrasi ke shelter KBRI Damaskus. Selama tinggal di shelter KBRI, Mohammad Hilman kerap menanyakan Samir dan istrinya yang dikenalnya sebagai orang tuanya, sedangkan Nani hanyalah pembantu Samer.
 
Sementara, Sri Budi Setyowati Sudardi asal Makasar berangkat ke Aleppo Suriah sebagai TKW pada April 2003. Menurut keterangannmya, ia berangkat dengan paspor palsu keluaran Kantor Imigrasi Jakarta Barat. Nama asli Sri Budi adalah Suwi Daeng Bau asal Makassar, tetapi dibuatkan paspor di Jakarta Barat dengan nama Sri Budi Setyowati Sudardi asal Surabaya.
 
Setelah bekerja selama lebih dari 7 tahun di Aleppo, pada tahun 2010, Sri Budi alias Suwi berkenalan dan menikah dengan supir taksi bernama Muhammad Khoyawi. Sejak saat itu, Sri Budi alias Suwi tinggal bersama Muhammad Khoyawi dan dikaruniai anak bernama Muhanad Touja yang lahir di Aleppo, 18 Oktober 2012. 
 
Menurut pernyataan KBRI Damaskus, di tengah kecamuk konflik yang melanda Aleppo,  Sri Budi alias Suwi pada Juli 2016 ke shelter KBRI cabang Kota Aleppo. Saat itu, konflik di Aleppo mencapai eskalasi konflik tertinggi. Setelah menunggu jalanan ke Damaskus aman dilalui, pada Agustus 2016, Sri Budi alias Suwi beserta anaknya Muhanad Touja dibawa ke shelter Damaskus.


WNI diberi pembekalan sebelum repatriasi dari Suriah (Foto: Dok. KBRI Damaskus).

 
Setelah perjuangan panjang Kepolisian Suriah, sidang demi sidang di pengadilan, dan pengurusan dokumen keimigrasian, Nani Nuraeni binti Sail beserta anaknya Mohammad Hilman dan Sri Budi Setyowati Sudardi beserta anaknya Muhanad Touja dapat dikeluarkan dari Suriah pada repatriasi gelombang ke-281 30 November.
 
"Kami di KBRI Damaskus menyelamatkan WNI dari Suriah berkejaran dengan waktu. Sebelumnya repatriasi dilakukan langsung via Bandara Internasional Damaskus, pernah juga lewat Amman Jordania, kini lewat Beirut Lebanon. Yang penting keselamatan WNI lebih terjamin dengan secepatnya meninggalkan Suriah," tutup Pejabat Penerangan Sosbud KBRI Damaskus, AM Sidqi.



(FJR)

BDF IX Berakhir, Demokrasi Masih Hadapi Banyak Tantangan

BDF IX Berakhir, Demokrasi Masih Hadapi Banyak Tantangan

1 day Ago

Bali Democracy Forum (BDF) IX resmi ditutup. Sejak pertama kali diadakan pada 2008, tingkat keikutsertaan…

BERITA LAINNYA