Turki Klaim Pers di Negaranya Lebih Bebas dari Eropa

Willy Haryono    •    Sabtu, 25 Nov 2017 14:21 WIB
kebebasan persturki mikta
Turki Klaim Pers di Negaranya Lebih Bebas dari Eropa
Orhan Sali, Kepala Divisi Pemberitaan kantor berita A News (tengah) saat memberikan keterangan kepada para jurnalis dalam program MIKTA Journalists Meeting di Ankara, Turki, 13-17 November 2017. (Foto: AFP)

Ankara: Turki mengklaim kebebasan persnya jauh lebih tinggi dari sejumlah negara di Eropa, meski sejumlah pihak menuding pemerintahan Presiden Recep Tayyip Erdogan menangkapi sejumlah jurnalis atas alasan tertentu. 

Juli 2017, 17 jurnalis dan petinggi surat kabar Cumhuriyet menjalani persidangan atas tuduhan keterkaitan dengan sejumlah grup teroris.

Orhan Sali, Kepala Divisi Pemberitaan kantor berita A News, membenarkan adanya sejumlah jurnalis yang ditangkap di Turki dari waktu ke waktu. Namun, dia menegaskan mereka semua ditangkap atas alasan spesifik, bukan karena mengkritik pemerintah. 

"Di sini semua media bisa menulis apapun yang mereka mau. Bahkan ada surat kabar yang menuliskan headline 'Diktator Erdogan' dalam salah satu edisinya. Tidak ada jurnalis yang ditangkap dari surat kabar itu," tutur Sali di hadapan para jurnalis dalam program MIKTA Journalists Meeting di Ankara, Turki, belum lama ini.

Mengenai para jurnalis yang ditangkap, Sali menegaskan sebagian besar dari mereka terbukti sebagai anggota atau setidaknya terkait dengan pemberontak dari Partai Pekerja Kurdi atau PKK. 

Karena PKK adalah pemberontak yang berusaha melepaskan diri dari Turki, tambah Sali, maka pemerintahan Erdogan bertindak tegas terhadap siapapun yang terlibat. Namun pemerintah Turki tidak menggeneralisasi bahwa semua Kurdi di Turki itu ingin memisahkan diri.

"Kurdi adalah saudara kami. Di kantor ini saja banyak orang Kurdi," tutur Sali.

Sali mengkritik sikap Uni Eropa, terutama yang ditunjukkan Kanselir Jerman Angela Merkel. Merkel disebut mengkritik penangkapan para separatis PKK di Turki, namun justru mengapresiasi langkah serupa yang dilakukan Spanyol terhadap para petinggi Catalonia yang juga ingin melepaskan diri.

"Tidak ada tekanan terhadap media di Turki. Persepsi umum global terhadap Turki itu salah. Faktanya, kebebasan pers di negara kami lebih tinggi dari negara-negara Eropa," tegas Sali. 


(WIL)